Showing posts with label dame in action. Show all posts
Showing posts with label dame in action. Show all posts

25 November 2009

nge-MC di depan Pak Dubes

Sebenarnya kegiatan nge-MC di depan Pak Dubes ini sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 November yang silam. karena aku tidak punya file foto-fotonya, baru sekarang aku bisa bagi di sini plus dengan cerita lengkapnya setelah aku meng-copynya dari foto-foto yang di-upload panitia di Facebook. Sayang, foto berdua antara aku dan Pak Dubes tidak ada.*sedih tiap kali ingat ini*

Jadi, acara yang berlangsung tepat di hari Jumat ini, termasuk dalam rangkaian acara Japanese Edu-Cultural Week (JECW) 2009, yaitu sebuah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jepang UGM bekerja sama dengan berbagai pihak, dalam rangka menyambut peringatan 20 tahun jurusan Sastra Jepang UGM. Acara JECW sendiri berlangsung kurang lebih seminggu, dan bisa dibilang puncak acaranya jatuh di hari Jumat, 13 November yang lalu.

Dan beruntungnya (i think, i was so lucky), aku dimintai tolong untuk menjadi MC dalam acara yang menjadi inti keseluruhan acara JECW 2009 ini. Kapan lagi bisa mejeng di depang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Bapak Kojiro Shiojiri..hehehe. Dengan persiapan kilat, aku dan partnerku waktu, seorang kohai (adik tingkat) bernama Satria, segera menyusun draft MC dalam dua bahasa. aku bagian bahasa Indonesia-nya, Satria bahasa Jepang-nya. jangan tanya mengapa formasinya seperti ini..hehehe. karena jawabannya sudah jelas, bahasa Jepangnya Satria jauh lebih bagus daripada aku. Yes!!

Singkatnya, setelah melewati beberapa kali perubahan susunan acara beberapa kali, sampailah kami di hari H. Supaya tampil lebih matang, kami melakukan gladi resik di pagi harinya. Sampai mendekati jam acara dimulai, aku dan Satria masih terus berlatih. Yah, kami hanya ingin meminimalisir kesalahan, khususnya dalam pengucapan nama dan gelar. Tak lupa, sebelum satu hari sebelum acara, aku hunting dress batik dulu, dan gak lupa beberapa jam sebelum acara, aku nyempatin ke salon buat make up plus styling rambut (walaupun kayaknya hasil make-up sendiriku sepertinya lebih bagus..hehehe).

Begitu acara dimulai, rasa grogi rasanya gak mau pergi. kakiku sampe bergetar kencang waktu itu. tapi, karena melihat Bapak Dubesnya begitu charming, penuh senyum, dan juga humble, rasa grogi itu pelan-pelan hilang. dan thanks God, acara bisa berjalan lancar sampai akhir. Dalam acara ini, selain mendengarkan kuliah terbuka oleh Pak Dubes, kami juga disuguhi oleh penampilan seorang seniman wanita Jepang bernama Ibu Hiromi Kano, yang membawakan tembang-tembang Jawa alias menyinden, lengkap dengan kelompoknya Sakura Hangrawit.

Pengalaman yang luar biasa untukku karna di hari itu aku bisa berdiri di hadapan orang Jepang nomor satu untuk Indonesia, tidak sebagai "mahasiswa biasa", tapi sebagai Master of Ceremony. Sensasi rasa deg-degan bercampur dengan exited, tidak hanya menimbulkan perasaan takut dalam diriku, tapi lebih dari itu, ada rasa bangga karena bisa menampilkan talenta lain yang kumiliki, di depan orang besar seperti beliau. Berharap suatu hari aku bisa nge-MC di depan orang-orang besar yang lain, berharap juga suatu hari aku bisa berfoto berdua dengan Mr. Kojiro Shijiri. *berkhayal*


duo MC: aku~Satria (aku gak sempet touch up *oily mode on*)


di meja MC: Angga, Dame, Satria


bisa ditebak, kan Dubesnya yang mana..hehehe...


Mr. Kojiro Shiojiri dan seluruh panitia


Ibu Hiromi Kano


Ibu Hiromi Kano dan suami


*foto-foto diambil dari koleksi panitia JECW 2009, yang sudah diupload di Facebook.

08 November 2009

One Year Later

Thank's God for this Sunday! Akhirnya aku dan teman-teman KKN Unit 96 Pacing bisa balik lagi ke desa tempat kami menghabiskan dua bulan bersama sekitar setahun yang lalu. Walaupun, kali ini yang bisa ikut hanya delapan orang (dari total 25 orang), acara "pulang desa" kami kali ini seru banget. pssst, tadinya aku sempet gak jadi ikut.hehehe...

Sebelum bertandang ke Desa Pacing yang belokasi di Kecamatatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini, kami sengaja membeli bakpia dan yangko sebagai buah tangan untuk bapak/ibu pondokan kami. Oleh-oleh sudah di tangan, kini saatnya meluncur ke Pacing!!



Subunit (dukuh) yang menjadi persinggahan kami yang pertama adalah Karang Asem. Tidak ada perubahan yang mencolok di rumah ini, kecuali ruang tamu yang semula kosong sekarang sudah dipenuhi dengan beberapa furniture.
Oh, iya..di bagian samping rumah ini ada kandang sapinya. Kalau setahun yang lalu, di kandang ini masih ada pedet (anak sapi), tapi sekarang sapi-sapinya sudah tinggal yang gede-gede dan total ada 10 sapi. Kalau per ekornya dihargai sekitar Rp. 8.000.000, tinggal dikali 10 deh. Bayangakan Bapak yang punya rumah ini bisa dapat duit berapa pas Hari Raya Kurban nanti.. Pengen deh Pak, kecipratan dikit..hehehe.
Di rumah Pak Sumanto ini, kami disuguhi mangga yang baru dipetik, peyek, dan juga soft drink. Kami yang setengah kelaparan sudah pasti sangat senang..hehehe.
Dari rumah ini, kami kemudian menyambangi rumah Pak RT tempat teman-temanku yang dulu tinggal di Karangasem menikmati makan dan minum yang enak-enak selama KKN. Untuk di dukuh ini, antara tempat menginap dan makan memang tidak dalam satu rumah yang sama, berbeda dengan dua dukuh yang lain. Hidangan untuk kami di rumah ini tidak kalah "heboh", ada es krim (rasanya alami banget, plus ada campuran kweni, dan mutiara), wafer, dan kue-kue kering. Ngborol-ngobrol kelar, kami pun beranjak ke subunit kedua di Dukuh Pacing.

Nah, rumah di Dukuh Pacing ini lah yang dulunya aku tempati. Senang banget deh bisa kembali ke rumah ini lagi menjumpai Bu Ami dan Yoga. Sesuai perkiraan kami, Ibu sudah menyiapkan menu spesial untuk kami, apalagi kalo bukan sambel, ikan goreng, sayur asem, dan yang pasti krupuk!!! hahaha... Di sini kami mendapat suplai mangga yang gak kalah banyaknya dari yang di Karangasem. Malah, di sini mangga kami tersaji dalam keadaan dingin. Kayaknya Ibu memang sudah sengaja, dari pagi mangga-mangganya sudah dimasukkin ke kulkas dulu.
Puas makan, ngobrol-ngobrol soal masa lalu (ceileh!), melacur soal pendadaran, dll kami pun pamit untuk pulang soalnya masih ada satu subunit lagi yang harus didatangi.
Hanya sekitar lima menit dari rumah di Pacing, kami pun sampai di subunit terakhir, yaitu Dukuh Tegalsari. Dan kami baru menyadari bahwa kami lupa foto-fotoan di rumah yang di Pacing!!! hahahaha... mau balik lagi, udah nanggung, akhirnya kami puas-puasin foto di sini saja. hehehe...
Di rumah ini pun, kami masih disuguhi bermacam camilan dan minuma. Hanya saja, insiden kecil bikin aku ilfeel. Ada serangga di dalam minuman yang kutuang dari ceret. huhuhu.. maaf ya Pak, Bu, minumannya gak bisa kuhabisin.
Hari pun beranjak malam, and it's time to go back to Jogja. tapi, dasar kami masih lapar plus masih kangen juga, akhirnya kami setelah sampai di Jogja, kami mampir lagi di Bakso Lombok Ulek di daerah Jakal. dan, makan lagi!!! yeeeyyy....!! Senangnya lagi, semua makanan kami gratis alias kami ditraktir oleh teman kami, Bangkit, sebagai traktiran kelulusannya. Thanks 'Kit...

Intinya, hari ini kami sangat senang. Walaupun, cerita yang sama sudah berulang kali kami bahas, entah kenapa kami tidak bisa berhenti untuk tertawa saat mengingatnya. Dan, kami pun sudah berjanji untuk main lagi di hari Sabtu minggu depan. Rencananya sih kita mau karaoke. Yuuuuuk....mauuuuu.... See ya my friends....


di dalam rumah di Karangasem


di depan rumah di Karangasem


pose gila di Tegalsari


pose gak jelas


pose sok cool (apaan coba?!) hehehe...


Udjo and kids of Tegalsari


only men.


di Bakso Lombok Ulek

21 February 2009

16 Februari 2009: Untuk Jepang Kami Datang dan Berjuang

Horaaaayyy!!!! kali ini aku jalan-jalan ke Depok, tepatnya ke Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia. tapi, jalan-jalanku kali ini membawa sedikit misi edukasi, lho. kenapa? karena aku dan teman-teman sedang mengikuti seleksi penerimaan beasiswa dari Departeman Pendikan Jepang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Beasiswa Monbukagakusho atau yang disingkat lagi menjadi Monkasho.

Pejuang Monkasho yang berasal dari UGM pada seleksi ini ada 19 orang. tadinya 20 orang, tapi seorang teman terpaksa didiskualifikasi karena sesuatu hal. jadilah, hanya kami ber 19 yang berangkat.

Untuk menuju ke Depok, kami memilih jenis transportasi yang paling nyaman dan pas untuk kami dan sebagian besar memilih menggunakan kereta. sementara aku dan ketiga teman memutuskan untuk menggunakan travel dengan alasan agar perjalanan kami bisa lebih praktis karena tidak perlu bolak-balik ganti kendaraan. singkat cerita, berangkat dari Jogja tepat di Hari Valentine sekitar pukul empat sore, perjalanan kami dengan travel itu menjadi sangat istimewa karena kami bak berada di mobil pribadi karena peunumpangnya hanya kami saja. sebenarnya ada satu orang lagi, tapi si mbak ini turun di Subang, praktis sampai di Depok hanya kami berempat yang menjadi penguasa mobil itu. sampai di PSJ UI, waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi, sementara jadwal check in masih pukul dua siang. untunglah, sang penjaga penginapan berbaik hati dan mengizinkan kami untuk bisa menempati kamar yang sudah kami pesan.


kamar yang nyaman dengan view langsung ke Danau UI membuat aku langsung beraksi dengan si hape merah kesayangan, mengambil foto.. Jepret..Jepret!!! gak peduli walau saat itu aku belum mandi, belum cuci muka, belum gosok gigi...hahaha!!!


sama Mba Mita, teman seperjuangan

gak lama, sekitar jam sembilan, seorang teman yang dulunya mahasiswa Sastra Jepang UGM dan sekarang sedang melanjutkan studi S2 di sini, datang menemui kami dan langsung mengajak kami makan siang di Depok Town Square dengan berjalan kaki, kebetulan jaraknya memang tidak terlalu jauh.

Etty-Mba Mita-Eva (si mbak S2)-Dame



kembali ke PSJ sekitar jam empat atau jam lima, gak lama teman-teman rombongan kereta pun tiba. dan beginilah suasana makan malam kami di hari itu.



Hari perjuangan pun tiba. Ujian yangg dimulai tepat pukul 10 membuat kami harus sudah stand by di lokasi sejak pukul 9. tapi, kami masih sempat sarapan dulu, kok di kantin. lihatlah bagaimana wajah tegang para pejuang UGM yang mencoba mengadu peruntungannya lewat seleksi ini..hehehe...





kalo yang ini suasana antrian peserta sebelum memasuki Auditorium PSJ UI, tempat pelaksanaan tes. panjang ya...^_^ kebayang dong sebanyak apa saingannya..hehehe...



akhirnya setelah memakan waktu dua jam, usai sudah perjuangan kami. soal-soal yang susah itu pun terlewati sudah. sekarang saatnya menunggu pengumuman siapa yang berhasil lolos ke tahap seleksi wawancara. semoga, tahun ini ada anak UGM lagi yang bisa berjaya. SEMOGA!!

25 January 2009

reuni alumni YPK Bontang di Jogja

akhirnya... alumni YPK Bontang yang ada di Jogja reuni juga, hari Minggu, 25 Januari 2009 di resto Lombok Ijo. yang datang lumayan juga.. 60 orang lebih kayaknya ada..
tapi, in my opinion, as a reuniun kok gak ada ya poin "reuni"nya..hehehe..
yang ada ini malah jadi ajang reuni ku, Mira, Dina bareng Nensa (temen SMP, yang sama-sama di Jogja, udah 5 tahun baru ketemu sekarang)...
eniwei, namanya juga baru pertama. besok-besok harus lebih oke lagi ya!!! saluuutttt buat semua....

registrasi dulu ya...



ini alumni angkatan 2004 (angkatanku)




ini alumni angkatan 2002



ini menu makan siangnya



ini NenSa



ini Nensa, Mira, Dame



ini Mira sama Dini



ini Mira aja...^^



21 September 2008

Training "Peace Study" di PSKP (9-10 Juli 2008)

2 hari untuk perdamaian!!!

Bertempat di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (Center for Security and Peace Studies ), UGM, aku dan rekan-rekan sesama tim SosBUd KKN Pacing mengikuti pelatihan tentang sekolah tanpa kekerasan.

Ironna ko to wo benkyou ni natta yo. Demo, ichiban suki datta no ha...watashi no namae ha achi kochi ni atta !! Meccha sugokatta!! Dame ha ii namae da ne...


Suasana ice breaking

SDN PAcing without fear and violence..(in my head)

tHank you, Mas..mas dan Mba..mba PSKP

Mas Dodi, Love your T-Shirt!!

20 September 2008

Ketika CheRits Kembali Hadir di Jogja...

Yup! Tanggal 6 September 2oo8 dengan menaiki taksi bandara, muncullah tepat di hadapan kami wajah-wajah yang sudah sangat kami tunggu-tunggu. Waw! Banyak wajah-wajah baru. Ada prianya juga (sebelumnya wanita semua!) dan ada yang cakep! Tak lama, ritual "uchiawase" pun dimulai... Beberapa "keajaiban" mulai ditemukan...dan tak terasa, hari demi hari berlalu begitu cepat dan CheRits pun harus kembali ke Jepang setelah sebelumnya ke Bali lebih dahulu untuk berlibur. Ja, minna...otsukaresamasama...^_^ Mata aeru hi made ne...

Invasi Pasukan Orange (CheRits~UGM) ke FIB


Foto di depan SD Muhamadiyah Kalakijo
Foto di hari tekakhir kegiatan...hiks..

Yeah!!! Orange is colour of the day!!!
Borobudur jadi saksi keceriaan kami...


Lagi..lagi!!! Loket Garuda jadi background buat kegiatan UGM dan Cherits...hehe...
bye..bye, minna!!!

30 May 2008

nemenin si Ade siaran di Jogja TV






gini nih, nasib jadi senpai baik hati dan tidak sombong...kohai mau siaran, tak temenin...
lumayan lah,,,akhirnya aku bisa masuk Jogja TV. walau cuma masuk studionya..hehehe...
buat ratih ma cen-cen...lain kali kita kebut-kebutan di jalanan jogja lagi yah....^_~

jogja tv, 22 mei 2008