30 August 2012

Cambodia Trip 2012

Selamat pagi HCM!! 
Bangun pagi, catokan dulu (hahaha!! iya, saya bawa catokan rambut), gak sarapan, pesan taksi, langsung cabut ke pool bis Sapaco, bisa yang akan mengantar kami ke Kamboja.
Berhubung kami masih ragu apakah reservasi via telephone kami dari Jakarta lalu benar-benar diterima atau tidak, jadi kami memutuskan berangkat lebih awal (jam 6 pagi) ke tempat penjualan tiket bis tersebut.

Untungnya, setelah konfirmasi, reservasi kami ternyata diterima dengan baik. Kami hanya tinggal membayar dan siap berangkat menuju Phonm Penh, Kamboja. :)

at Sapaco ticket agent


Breakfast.. PHO (again)
di peremapatan Pham Ngu Lao.. :)
inside the bus
Secara keseluruhan perjalanan lancar jaya. Cuma ya..seperti yang sudah sering diceritakan oleh orang-orang yang naik bis ke Kamboja, "selama di bis, jangan pernah melihat ke depan"!! Kenapa?? Gila!! Supir bisnya gak ada takutnya. Semua dihajar..hahaha!! Udah gitu, aku pas dapat seat paling depan, pas di belakang supir. FYI, di Vietnam menganut stir di kanan (terbalik dengan di Indonesia), jadi bisa dibayangkan betapa horornya pemandangan kami.
setelah pengecekan paspor, di border/perbatasan Vietnam-Kamboja
Sapaco Ladies :)
Welcome to Cambodia!!


 Oh ya, ternyata untuk mencapai Phnom Penh, dari daerah perbatasan tersebut harus menyebrang Sungai Mekong dengan menggunakan ferry. Sedikit kaget sih, karena sepertinya info ini tidak pernah kami dapatkan dari review-review perjalanan yang sudah ada. (atau kami yang tidak baca, ya?? hehe..)

Sampai di Phnom Penh, kami dijemput oleh Abang Sahih (kenalan temannya teman) yang berprofesi sebagai pemilik penyewaan mobil/ tuk-tuk di Phnom Peh. setelah melalui negoisasi alot via sms sejak di Indonesia, tadinya kami mau menyewa van/ mobil si abang, tapi karena kami telat confirm, akhirnya si abang mengalihkan kami ke adiknya, Abang Abdul Rahman. Tapi, kami jadinya tidak naik van, tapi tuk-tuk biasa. Untuk tarifnya adalah 35 USD untuk satu setengah hari. hehe..

Oh ya, abang-abang ini asli orang Kamboja, tapi mereka bisa bahasa Melayu dengan lancar. Jadi, kami tidak kesulitan dalam hal komunikasi.

Ngemper cantik di depan pool bis Sapaco, Phnom Penh
Look at the"Selamat Datang" sign!! haha!!
Tuk-tuk Girls!!

Setelah Check in di Circuit Hotel (very high recommended hotel to stay at PP), kami langsung menuju destinasi pertama, Tuol Sleng Genocide Museum. Museum ini terletak di tengah permukiman warga, dan merupakan saksi bisu kekejaman rezim Pol Pot sewaktu masih menguasai Kamboja. Karena "dingin"nya aura di sini, hanya aku dan Mba Mai yang berani keliling. 

Dari Foto-foto bagunan yang dulunya bekas sekolah ini, kita bisa terlihat bagaimana dulunya penduduk Kamboja (terutama yang kaya dan pandai) ditangkap, dan disiksa hanya agar mereka tutup mulut dan tidak speak out ke dunia mengenai ketidakadilan semasa masa pemerintahan Pol Pot. :(












v
Gak mau lama-lama di Tuol Sleng, kami langsung meluncur ke Russian Market, dilanjut keliling ke beberapa tourism spotnya Phnom Penh. 

at Russian Market

at  Grand Palace

anak-anak penjual makanan burung di Grand Palace

Grand Palace

--to be continued-

28 August 2012

Vietnam-Cambodia Trip (5-9 Juli 2012)


Akhirnya postingan ini muncul juga. Baiklah, dengan keterbatasan yang ada, mari bercerita.. :)

Berangkat dari Jakarta tanggal 5 Juli yang lalu, sekelompok anak muda (ceileh) dan satu tante memutuskan untuk "cabut" ke Vietnam dan Kamboja. Formasi hari itu adalah aku, Mba Sagi, Mba Maitri (keduanya seniorku di Sastra Jepang), plus Tante Endang (tantenya Mba Sagi). Selama keberangkatan, ya biasalah ya. Tidak ada "keajaiban" yang berarti. hehe..


Makan onigiri dulu, buat ganjel perut.. hahaaha!

Mendarat di Ho Chi Minh dengan selamat, insiden pertama yang bikin yang lain senewen adalah "drama" hilangnya passport aku. Kebayang dong, kami semua udah males banget harus mengahadap ke Bagian Imigrasi di airport HCM, tapi ternyata si passport cuma keselip. hehe..

Welcome to Ho Chi Minh!!


Dari bandara, kami langsung menuju hotel. Oh ya, nama bandara di HCM ini adalah Tan Son Nhat International Airport. Dari gate arrival, kita harus keluar agak jauh untuk mencari taksi. FYI, taksi yang terpercaya di HCM cuma ada dua Mai Linh (Taksi warna hijau-putih ada yang juga yang hijau semua) dan Vina Sun (taksinya dominasi warna putih). Kenapa terpercaya? Karena cuma dua taksi ini yang melayani perjalanan dengan argo, kalo taksi-taksi yang lain, konon kabarnya suka main tembak. hehee..

Pas mau naik taksi dong, si supir kan dengan ramahnya memasukkan tas kami ke bagasi dan membukakan pintu. Sambil mengerjakan itu semua, si bapak supir ngomong sesuatu pake bahasa Vietnam ke kami, dan dengan polosnya aku menjawab, "Oh, okay, no thanks". Dengar aku bilang gitu, si Mba Mai langsung nyeletuk, "Me, dia ngomong pake Bahasa Inggris, dia bilang Welcome to Vietnam!" HAHAHAHAAHAA!!

Singkat cerita, sampailah kami di pitstop kami yang pertama, Antam 2Hotel. Sedikit di luar duagaan, karena hotel ini TERNYATA terletak di tengah-tengah pasar, gak jauh dari lapak pedagang daging sapi. Pas mau masuk aja, kami sampe bingung mau lewat mana. :D
Nunggu sebentar, peserta tur kami yang lain (baca: Mba Yaya, yang tinggal di Jepang, dan baru memutuskan akan join dua minggu sebelum hari H), sudah menanti. Karena lapar, kami langsung cari resto terdekat, dan untungnya ketemulah resto Pho yang nampaknya lezat. hehe.
Ternyata, pas dicoba, rasanya memang enaaakkkk..

Ibu penjual Pho yang cantik jelita..

Pho (Vietnam Noodle)




Heboh mau beli air minum.. ;D



Selesai dinner, balik ke hotel, bagi-bagi oleh-oleh, gosip-gosip dikit, kami pun memutuskan untuk tidur lebih cepat. Soalnya, besok pagi mau ke KAMBOJA!!
yeaaayyy!!!