Konnichiwa!
Seminggu ini rasanya mood liburan masih kebawa-bawa ke kantor. Maklum, kali ini liburan aku (beneran liburan) agak jauhan. Ya setelah sekian lama menyandang status sebagi anak Sastra Jepang, akhirnya di tahun ini aku menginjakkan kaki juga ke negeri Sakura, Jepang.
Liburan nekat ini diawali oleh promo dari Air Asia yang menyediakan tiket terbatas dengan harga super miring untuk penerbangan Jakarta-Haneda (Tokyo). Awalnya, ketika booking tiket sekitar bulan Mei lalu, aku berencana untuk pergi ke Jepang dengan kakak kelas sekaligus teman kantor aku, Mba Sagita. Tapi, kerena di tanggal yang Mba Sagi pilih kebetulan aku sudah ada plan kerjaan yang gak mungkin aku tinggalkan, akhirnya kita berangkat sendiri-sendiri ,deh. Lalu, aku pun memilih tanggal 1-9 November 2011 sebagai tanggal liburan aku ke JEPANG!!!
Setelah sebulan menjelang tanggal keberangkatan, hal yang wajib aku siapkan adalah VISA. Setelah dokumen aku lengkap, dengan PeDe aku mengajukan permohonan aplikasi visa untuk wisata melalu Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. TERNYATAAAA… permohonan VISA aku DITOLAK!! L Alasan mereka (Pihak Kedubes) karena KTP aku masih beralamat di Kalimantan Timur, jadi untuk apply VISA aku harus lewat Konjen Jepang yang ada di Surabaya. Dang!!! Mulailah aku muter otak gimana caranya apply visa ke Surabaya. Mau berangkat sendiri, malah ribet dan pasti keluar biaya lagi. Setelah tanya-tanya dan minta advise sana-sini, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan jasa travel, namanya PACTO TRAVEL AGENT di Surabya. Secara biayapun lebih hemat. J
Perhitungan biayanya seperti ini:
Kalau urus sendiri (di Jakarta), harga single visa = IDR 300,000
Lewat agent (Surabaya) = IDR 600,000 (include visa fee & transportation fee).
Setelah seminggu lebih, harap-harap cemas, akhirnya berita gembira itu pun datang juga. VISA aku jadi!! Rasanya seminggu itu tidur pun tak nyenyak. Kebayang aja kalo visa gagal padahal tiket udah dibayar. :p
Singkat cerita, setelah semua itinerary disiapkan, aku pun siap berangkat!!! Yeaaaayyy!!
1 November 2011 (1st Day)
Flight aku untuk hari itu dijadwalkan jam 08:30. Berhubung senpai aku yang akan aku tumpangi di Tokyo minta untuk dibawain tempe, pagi-pagi buta aku sudah keluar rumah untuk ngambil tempe yang sudah aku pesan sejak kemarin di ibu tukang sayur di dekar rumah. Daaannn…si ibu ternyata gak jualan!!! Haahaha!!! Baiklah, supaya tempe tetap terbeli, aku pun menyempatkan beli tempe di pasar yang aku lewati menuju terminal bis DAMRI untuk ke bandara. Ok, tempe terbeli.
PR berikutnya setelah sampai bandara adalah membeli keripik buah untuk oleh-oleh ke teman-teman Jepang aku. Ya, harus aku akui, persiapan berangkat aku agak kurang baik. Banyak hal yang aku siapkan di last minute karena aku kesibukan pekerjaan. Anyway, akhirnya keripik pun terbeli juga.
Dari Jakarta pesawat aku transit dulu di Kuala Lumpur. Oh ya, pagi itu line antrian imigrasi di Bandara SoeTa ramai banget. Untungnya aku masih bisa ngejar waktu boarding. Nyampe di KL dengan selamat dan setelah menunggu dua jam, perjalanan aku kembali dilanjutkan menuju JEPANG!!!
Dan akhirnya, tepat di pukul 22:30 malam, aku tiba juga di Jepang dengan disambut hawa dingin musim gugur. Yokoso Japan!!! J lalu, berbagai pengalaman bodoh dan menarik pun silih-berganti bergulir.. cieee!!!!
PR pertama aku (yang lumayan berat) setelah sampai di Jepang adalah SENDIRIAN menuju rumah senpai, Mba Yaya, yang terletak di daerah Tokyo. Dengan berbekal kertas berisi informasi gimana harus ke rumahnya, mulailah aku berkelana.


Suasana di Bandara di KL, terminal LCC
Jadi ,dari bandara Haneda, Mba Yaya memberitahu kalau untuk ke rumahnya pertama aku harus naik monorail sampai Hamamatshucho, lalu ganti ganti kereja JR sampai stasiun Uguisudani. Kata Mba Yaya, kalo bingung beli tiketnya gimana, tanya sama petugasnya aja. TAPI, mungkin karena sudah malam, petugasnya gak ada!! Satu-satunya cara adalah tanya sama orang. Kebetulan di situ ada mbak-bak yang juga mau beli tiket, jadilah aku tanya sama dia. Kebetulan lagi dia juga menuju arah yang sama, akhirnya kami naik kereta bersama, trus cerita-cerita, deh. Ternyata si mbak, baru balik dari Malaysia setelah setengah tahun lebih jalan-jalan sendiri di sekitar Asia Tenggara. Kata dia, pagi itu tiba-tiba dia ingin pulang ke Jepang, trus di beli tiket, trus pulang deh! Agak “sakit” yee.. :p
Okay, ternyata si mbak berhenti di Tokyo eki, dan aku melanjutkan perjalanan sendiri menuju Uguisudani. Lagi-lagi dengan berbekal petunjuk jalan dari Mba Yaya, akhirnya saya ketemu juga sama si Mba yang udah nunggu dari tadi.
Ternyata, rumah Mba Yaya itu deket banget dari stasiun. Praktis banget. Setelah semua “upeti” diserahkan, kami pun dinner bareng suami Mba Yaya, Mas Habu. What a sweet couple. Malam itu Mba Yaya bikini kare-raisu, yang enak banget. J Sebelum tidur, aku konfirmasi janjian untuk besok harinya sama si Eldy, temen sekaligus mantan muridku yang lagi belajar di Tokyo Daigaku.
Cieee, malam pertama di Jepang nih.. ahahahaha!!
2 November 2011 (2nd Day)
Pagi-pagi aku udah bangun, trus siap-siap ngikut Mba Yaya naik kereta ke Roppongi, daerah tempat Mba Yaya kerja. Sengaja ngkiut dari pagi biar punya waktu banyak buat jalan-jalan. Nyampe di Ropongi karena masih sepi, jadilah aku foto-foto sendirian. Jalan sana, jalan sini sendiri, nyoba cari tahu ada apa aja di daerah situ.



Lost in Roppongi :)
Mendekati jam 12, waktu janjian kau sama si Eldy, aku pun langsung lari ke stasiun. Nyampe di papan kereta...GUBRAK! nama daerahnya pake Kanji semua, bok!!! Aku kan paling bego sama yang namanya kanji. Ya udin, jurus paling ampuh pun aku keluarkan, yaitu: nanya ke petugas stasiun. Oke, selamat sampe Shibuya Station. Nah, seingat aku, meeting point dengan Eldy adalah di Hachiko Gate. Berhubung aku rada tulalait, lagi-lagi aku nanya ke orang gimana caranya ke Hachiko Gate. Untungnya, si mbak-mbak yang kutanyain ini baik banget. Menurut dia, ke Hachiko Gate itu emang rada ribet jadi sama dia dianterin deh. Lalu, setelah nunggu hampir 30 menit dan si Eldy tak muncul-muncul, mulailah saya mengecek kembali message di FB soal janji ketemuan aku sama si Eldy. (untungnya di Shibuya Eki WiFi-nya jalan, kalo enggak bisa mampus aku.. :p). dan benar saja, ternyata meeting point kami adalah di DEPAN PATUNG HACHIKO, bukan di depan Hachiko Gate. Hahahaha!! Benar aja, pas aku ke patung Hachiko, si Eldy udah nungguin di situ.
Setelah mikir-mikir mau ke mana, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Tokyo Daigaku (Tokyo University) tempat si Eldy lagi belajar. Sambil jalan kaki menempuh jarak yang lumayan, kami banyak cerita soal masa depan. Ciee!! Tenang, sodara-sodara, bukan soal ITU, kok. Kami cerita soal berkarir di perusahaan multinasional. Apa aja skill yang harus kita punya, bidang-bidang apa yang prospective untuk dimasuki, gaji, promosi, dll. Hahaha!!
Nyampe di ToDai, pertama pasti foto-foto dong ya. sama si Eldy diajak kelilingkampusnya. Wuihh!! Anak ToDai tampang serius-serius amat. Tapi, aku suka arsitektur bangunannya. Serius, dingin, dan berkelas. J Sempat juga ketemu sama temannya Eldy (yang kupikir adalah dosennnya dia karena make’ jas lengkap). Kata Eldy, mungkin si temannya itu mau presentasi makanya rapi begitu.


Keliling Tokyo University
Anyway, keliling ToDai hari itu cukup berkesan. Dalam hati, mau dong kuliah di sini.hehehe…Dari Todai, kami balik lagi kea rah Shibuya (tetep jalan kaki). Karena udah laper, akhirnya kami nyari resto murah meriah, dan pilihan pun jatuh ke restoran Udon. Rasanya enak, harganya pun sangat bersahabat.
Selesai makan, Eldy masih ngajak aku keliling-keliling Shibuya. Foto-foto udah pasti dong ya. selesai keliling Shibuya, kami berpisah. Eldy katanya masih mau belanja buat makan malam. Aku pun harus siap-siap untuk melanjutkan perjalanan malam harinya ke Kyoto. Sebelum pisah, kami foto dulu dooongg!!! Cheeerrrsss!!!



Shibuya!!!

Pose with Eldy :)
Eh, ngeliat jam kayaknya masih ada banyak waktu buat aku jalan-jalan sendiri. Berhubung jalan-jalan di Tokyo itu gampang dan gak ribet, aku langsung nyoba menjajal daerah Harajuku. Ternyata, keluar dari stasiun, langsung ada Takeshita Doori (Takeshita Street) . di situ ada banyak banget toko-toko pakaian, pernak-pernik, sepatu, dll yang lucu-lucu dan JEPANG banget!! Hehehe…. Seru deh jalan-jalan sore di daerah ini. Dan pas ngeliat ada diskonan sepatu boots, langsung deh aku ngeborong tiga sepatu sekaligus. Hahaha!!! Kapan lagi bow… ;p


Suasana di Takeshita Street
Berhubung sudah malam, aku langsung balik ke rumah Mba Yaya. Nyampe di rumah, Mba Yaya ngajakin jalan-jalan ke daerah Ueno. Kami langsung cabut naik kereta, trus shopping deh. Di Ueno, aku beli cat rambut, sama stocking (buat ke Kyoto). Pas di Ueno, aku sama Mba Yaya juga sempet makan kebab di Downer Kebab, tempat langganan Mba Yaya. Rasanya enak deh!! Yang jual cakep pula. Hahaha!! Tetep yah..

Dari Ueno, kami buru-buru balik ke rumah karena aku harus cabut Tokyo Station untuk naik bis malam ke Kyoto. Mandi cuma lima menit, gak pake dandan, aku langsung cabut ke Tokyo Station. Lagi=lagi drama dimulai. Hahahaha!!! I’m the drama queen, right? :p
Ternyata, aku gak menemukan gate (pintu keluar) sesuai dengan yang tertera di peta meeting point bis. Akhirnya aku harus bolak-balik nanya ke orang-orang. Waktu itu patokan aku adalah jalan ke arah Marunouchi Building. Bodohnya aku, aku sempet salah nama gedung, aku tanya ke orang-orang Shinmarunouchi Building. Hahaha!! Padahal waktu keberangkan bis udah tinggal 20 menit lagi. Untung otakku rada bener sedikit. Aku tarik napas, trus ngeliat contekan nama gedung di kertas yang aku pegang sejak tadi. nyampe gedungnya, ternyata semua pintu udah ditutup karena udah hampir jam 9 malam. Tapi, untungnya masih ada satu pintu yang kebuka. Keluar gedung, aku ngeliat ada bis-bis yang berjajar. Waku piker mungkin itu bisnya, ternyata bukan!! Gedubrak!! Mampus lah aku!! Eh, untungnya lagi, gak jauh dari situ aku ngeliat ada bis lain yang lagi ngetem plus warnanya biru (aku inget nama bisku itu Blue Railways..hehehe). Pake lari-lari aku langsung samperin itu bis, dan BENAR!!! Ternyata, aku adalah penumpang terakhir yang mereka tunggu, dan mereka sudah telponin Mba Yaya untuk ngasi tau bahwa bisnya udah mau berangkat. Hahaha!!!
Oh ya, kenapa mereka nelpon Mba Yaya? Karena yang reservasi bis untuk perjalananku Tokyo-Kyoto-Tokyo adalah si Mba Yaya. Jadi, no telpon yang tertera di tiketku adalah no telp Mba Yaya. Begitu..
Perjalanan di bis malam itu lancar. Enak banget. Banyak cowok-cowok ganteng. Hehehe…
-bersambung-