setelah sekian lama vakum akibat susahnya menemukan koneksi internet yang bagus di kota kelahiranku di Bontang, akhirnya halaman blog ini bisa aktif lagi.
untuk ceritaku kali ini, sebenarnya aku bingung juga kalo ditanya kapan tepatnya aku mengunjungi daerha ini. yang pasti sekitar bulan januari kemarin.
baiklah, mari kita mulai saja cerita tentang perjalananku ke desa wisata ini. terus terang, ini adalah pertama kali aku ke sini, walaupun sejak lahir aku sudah ada di bumi Kalimantan. berhubung pada hari ini ada kenalan dari luar kota yang sangat menggebu-gebu untuk ke sini, aku pikir kenapa tidak sekalian aja aku menjajal si Pampang ini.hehehe...
Perjalanan kami pada hari Minggu yang lalau itu, bisa dibilang tanpa persiapan. berbekal ransum sisa-sisa Tahun Baru yang masih ada di rumah, kami meluncur dari Bontang sekitar pukul satu siang. oh, iya desa Pampang ini bila dari Bontang ditempuh kurang lebih dalam dua sampai tiga jam perjalanan ke arah Samarinda. jadi dari Bontang kita bergerak ke arah Samarinda, kurang lebih dua jam, lalu tinggal mengikuti petunjuk jalan saja, di kanan jalan nanti akan ada baliho besar sebagai pananda ke Pampang. dari jalan masuk itu, kurang lebih 40 menit sampai satu jam kita akan sampai ke pusat desa tradisional suku Dayak ini.
di sini, sajian utama yang bisa kita nikmati adalah special perform dari anak-anak suku Dayak, yang cuma ada setiap hari Minggu dari jam 13.00-15.00. Yah, sudah bisa ditebak, hari itu kami melewatkan "menu" utamanya. tapi untungnya, kami masih bisa berfoto dengan wanita bertelingan panjang khas suku dayak (konon katanya di Pampang hanya tinggal si ibu ini yang masih bertahan dengan telinga panjannya), dan masih sempat berbelanja sovenir buatan orang-orang Dayak.
untuk berfoto dengan si ibu bertelinga panjang plus badanya penuh tato ini kita hanya perlu merogoh kocek Rp. 25.000,- untuk setiap jepret. dan Rp. 20.000,- untuk berfoto dengan anak-anak Dayak. untuk biaya masuk, kita tidak perlu membayar. ^_^ untuk souvenirnya, bisa diperoleh dengan harga mulai dari Rp. 10.000,-, sangat worth it untuk barang-barang yang asli dibuat dengan tangan.
intinya, tempat ini wajib dikunjungi!!!!
untuk ceritaku kali ini, sebenarnya aku bingung juga kalo ditanya kapan tepatnya aku mengunjungi daerha ini. yang pasti sekitar bulan januari kemarin.
baiklah, mari kita mulai saja cerita tentang perjalananku ke desa wisata ini. terus terang, ini adalah pertama kali aku ke sini, walaupun sejak lahir aku sudah ada di bumi Kalimantan. berhubung pada hari ini ada kenalan dari luar kota yang sangat menggebu-gebu untuk ke sini, aku pikir kenapa tidak sekalian aja aku menjajal si Pampang ini.hehehe...
Perjalanan kami pada hari Minggu yang lalau itu, bisa dibilang tanpa persiapan. berbekal ransum sisa-sisa Tahun Baru yang masih ada di rumah, kami meluncur dari Bontang sekitar pukul satu siang. oh, iya desa Pampang ini bila dari Bontang ditempuh kurang lebih dalam dua sampai tiga jam perjalanan ke arah Samarinda. jadi dari Bontang kita bergerak ke arah Samarinda, kurang lebih dua jam, lalu tinggal mengikuti petunjuk jalan saja, di kanan jalan nanti akan ada baliho besar sebagai pananda ke Pampang. dari jalan masuk itu, kurang lebih 40 menit sampai satu jam kita akan sampai ke pusat desa tradisional suku Dayak ini.
di sini, sajian utama yang bisa kita nikmati adalah special perform dari anak-anak suku Dayak, yang cuma ada setiap hari Minggu dari jam 13.00-15.00. Yah, sudah bisa ditebak, hari itu kami melewatkan "menu" utamanya. tapi untungnya, kami masih bisa berfoto dengan wanita bertelingan panjang khas suku dayak (konon katanya di Pampang hanya tinggal si ibu ini yang masih bertahan dengan telinga panjannya), dan masih sempat berbelanja sovenir buatan orang-orang Dayak.
untuk berfoto dengan si ibu bertelinga panjang plus badanya penuh tato ini kita hanya perlu merogoh kocek Rp. 25.000,- untuk setiap jepret. dan Rp. 20.000,- untuk berfoto dengan anak-anak Dayak. untuk biaya masuk, kita tidak perlu membayar. ^_^ untuk souvenirnya, bisa diperoleh dengan harga mulai dari Rp. 10.000,-, sangat worth it untuk barang-barang yang asli dibuat dengan tangan.
intinya, tempat ini wajib dikunjungi!!!!






