03 Februari 2010

a trip to Pampang, East Kalimantan

setelah sekian lama vakum akibat susahnya menemukan koneksi internet yang bagus di kota kelahiranku di Bontang, akhirnya halaman blog ini bisa aktif lagi.

untuk ceritaku kali ini, sebenarnya aku bingung juga kalo ditanya kapan tepatnya aku mengunjungi daerha ini. yang pasti sekitar bulan januari kemarin.

baiklah, mari kita mulai saja cerita tentang perjalananku ke desa wisata ini. terus terang, ini adalah pertama kali aku ke sini, walaupun sejak lahir aku sudah ada di bumi Kalimantan. berhubung pada hari ini ada kenalan dari luar kota yang sangat menggebu-gebu untuk ke sini, aku pikir kenapa tidak sekalian aja aku menjajal si Pampang ini.hehehe...

Perjalanan kami pada hari Minggu yang lalau itu, bisa dibilang tanpa persiapan. berbekal ransum sisa-sisa Tahun Baru yang masih ada di rumah, kami meluncur dari Bontang sekitar pukul satu siang. oh, iya desa Pampang ini bila dari Bontang ditempuh kurang lebih dalam dua sampai tiga jam perjalanan ke arah Samarinda. jadi dari Bontang kita bergerak ke arah Samarinda, kurang lebih dua jam, lalu tinggal mengikuti petunjuk jalan saja, di kanan jalan nanti akan ada baliho besar sebagai pananda ke Pampang. dari jalan masuk itu, kurang lebih 40 menit sampai satu jam kita akan sampai ke pusat desa tradisional suku Dayak ini.

di sini, sajian utama yang bisa kita nikmati adalah special perform dari anak-anak suku Dayak, yang cuma ada setiap hari Minggu dari jam 13.00-15.00. Yah, sudah bisa ditebak, hari itu kami melewatkan "menu" utamanya. tapi untungnya, kami masih bisa berfoto dengan wanita bertelingan panjang khas suku dayak (konon katanya di Pampang hanya tinggal si ibu ini yang masih bertahan dengan telinga panjannya), dan masih sempat berbelanja sovenir buatan orang-orang Dayak.

untuk berfoto dengan si ibu bertelinga panjang plus badanya penuh tato ini kita hanya perlu merogoh kocek Rp. 25.000,- untuk setiap jepret. dan Rp. 20.000,- untuk berfoto dengan anak-anak Dayak. untuk biaya masuk, kita tidak perlu membayar. ^_^ untuk souvenirnya, bisa diperoleh dengan harga mulai dari Rp. 10.000,-, sangat worth it untuk barang-barang yang asli dibuat dengan tangan.

intinya, tempat ini wajib dikunjungi!!!!










25 November 2009

nge-MC di depan Pak Dubes

Sebenarnya kegiatan nge-MC di depan Pak Dubes ini sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 November yang silam. karena aku tidak punya file foto-fotonya, baru sekarang aku bisa bagi di sini plus dengan cerita lengkapnya setelah aku meng-copynya dari foto-foto yang di-upload panitia di Facebook. Sayang, foto berdua antara aku dan Pak Dubes tidak ada.*sedih tiap kali ingat ini*

Jadi, acara yang berlangsung tepat di hari Jumat ini, termasuk dalam rangkaian acara Japanese Edu-Cultural Week (JECW) 2009, yaitu sebuah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jepang UGM bekerja sama dengan berbagai pihak, dalam rangka menyambut peringatan 20 tahun jurusan Sastra Jepang UGM. Acara JECW sendiri berlangsung kurang lebih seminggu, dan bisa dibilang puncak acaranya jatuh di hari Jumat, 13 November yang lalu.

Dan beruntungnya (i think, i was so lucky), aku dimintai tolong untuk menjadi MC dalam acara yang menjadi inti keseluruhan acara JECW 2009 ini. Kapan lagi bisa mejeng di depang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Bapak Kojiro Shiojiri..hehehe. Dengan persiapan kilat, aku dan partnerku waktu, seorang kohai (adik tingkat) bernama Satria, segera menyusun draft MC dalam dua bahasa. aku bagian bahasa Indonesia-nya, Satria bahasa Jepang-nya. jangan tanya mengapa formasinya seperti ini..hehehe. karena jawabannya sudah jelas, bahasa Jepangnya Satria jauh lebih bagus daripada aku. Yes!!

Singkatnya, setelah melewati beberapa kali perubahan susunan acara beberapa kali, sampailah kami di hari H. Supaya tampil lebih matang, kami melakukan gladi resik di pagi harinya. Sampai mendekati jam acara dimulai, aku dan Satria masih terus berlatih. Yah, kami hanya ingin meminimalisir kesalahan, khususnya dalam pengucapan nama dan gelar. Tak lupa, sebelum satu hari sebelum acara, aku hunting dress batik dulu, dan gak lupa beberapa jam sebelum acara, aku nyempatin ke salon buat make up plus styling rambut (walaupun kayaknya hasil make-up sendiriku sepertinya lebih bagus..hehehe).

Begitu acara dimulai, rasa grogi rasanya gak mau pergi. kakiku sampe bergetar kencang waktu itu. tapi, karena melihat Bapak Dubesnya begitu charming, penuh senyum, dan juga humble, rasa grogi itu pelan-pelan hilang. dan thanks God, acara bisa berjalan lancar sampai akhir. Dalam acara ini, selain mendengarkan kuliah terbuka oleh Pak Dubes, kami juga disuguhi oleh penampilan seorang seniman wanita Jepang bernama Ibu Hiromi Kano, yang membawakan tembang-tembang Jawa alias menyinden, lengkap dengan kelompoknya Sakura Hangrawit.

Pengalaman yang luar biasa untukku karna di hari itu aku bisa berdiri di hadapan orang Jepang nomor satu untuk Indonesia, tidak sebagai "mahasiswa biasa", tapi sebagai Master of Ceremony. Sensasi rasa deg-degan bercampur dengan exited, tidak hanya menimbulkan perasaan takut dalam diriku, tapi lebih dari itu, ada rasa bangga karena bisa menampilkan talenta lain yang kumiliki, di depan orang besar seperti beliau. Berharap suatu hari aku bisa nge-MC di depan orang-orang besar yang lain, berharap juga suatu hari aku bisa berfoto berdua dengan Mr. Kojiro Shijiri. *berkhayal*


duo MC: aku~Satria (aku gak sempet touch up *oily mode on*)


di meja MC: Angga, Dame, Satria


bisa ditebak, kan Dubesnya yang mana..hehehe...


Mr. Kojiro Shiojiri dan seluruh panitia


Ibu Hiromi Kano


Ibu Hiromi Kano dan suami


*foto-foto diambil dari koleksi panitia JECW 2009, yang sudah diupload di Facebook.

OniSama: best of the best











inilah kami, OniSama, tiga orang yang dikenal sebagai anggota HIMAHE atau Himpunan Mahasiswa Hedon..hehehe... Dan hari ini, kami, Widi, Dame, Roy, kami mengukuhkan gelar itu melalui sebuah photo session yang bertajuk "OniSama and Our Prewed Photos ". Sayangnya, hasil fotonya belum jadi karena masih harus menunggu sampai tanggal 14 Desember. huhuhu...lama banget ya.
anyways, thanks a lot to Widi and Roy karena sudah menceriakan hari-hariku selama lima tahun di Jogja. u're the best guys!!! i believe, a bright future is in our way. minna, shorai no tame ganbatte kudasai ne!!!

22 November 2009

my Graduation Day..


with buddies


with fam


with the boys


sesama wisudawan wisudawati


with kohai, senpai, tomodachi..

hari kamis, 19 November 2009 menjadi hari bersejarah untuk aku, karena di hari itulah aku resmi menyandang gelar Sarjana Sastra di belakang namaku.
tak sia-sia perjuangan selama lima tahun bergelut dengan kanji, skripsi, dll akhirnya terbayar sudah. dan sekarang, dunia baru yang lebih menantang sudah terbentang di hadapan, siap untuk dicicipi dan dan ditaklukkan. selamat dame!!!

17 November 2009

Tamasya ke Taman Kyai Langgeng


Hari Sabtu yang lalu aku dan ketiga temanku (Lia, Widi, Roy) sepakat untuk jalan-jalan ke salah satu taman rekreasi yang ada di kota Magelang, Jawa Tengah. Kami sengaja jalan-jalan ke kota ini karena sepertinya tempat wisata di Jogja sudah lumayan banyak yang kami kunjungi. Jadi, untuk kesempatan kali ini kami memilih ke Magelang. FYI, nama Kyai Langgeng diambil dari nama seorang pahlawan yang merupakan pengikut dari Pangeran Diponegoro, dan tepat di tengah-tengah taman ini terdapat makam beliau.

Akses ke sini gampang banget, lho. Dengan menggunakan mobil, kurang lebih memakan waktu satu jam untuk sampai ke taman rekreasi ini. Gak usah takut tersesat, papan penunjuk jalannya yang ada, sudah sangat memadai. Biaya masuk ke sini juga terjangkau, koq. Untuk parkir mobil Rp. 3.000,-, tiket masuk per orang Rp. 5.000,-. Murah kan?! Untuk menikmati fasilitas pendukung taman ini, seperti naik kapal-kapalan, naik kereta atau mobil mini (disebutnya Tuck-Tuck) kita hanya perlu merogoh kocek Rp.3000-5000 saja untuk setiap fasilitas yang mau kita pakai. Kalau aku sih menyarankan, mending naik Tuck-Tuck aja, bisa puas keliling taman, tanpa perlu capek jalan kaki. hahaha....

Oh, iya, yang aku suka dari taman ini adalah kebersihannya. Jujur saja, ya, kebersihan kan barang langka di tempat-tempat umum seperti ini. Berdasarkan sedikit wawancara dengan petugas taman, ternyata setiap pagi seluruh karyawan(satpam, petugas parkir, penjaga loket, dsb) bersama-sama menyapu taman ini selama kurang lebih tiga jam sebelum taman buka. Hebat dan perlu dicontoh!!

















Satu hal yang paling menarik yang aku temukan di taman Kyai Langgeng adalah ini. sebuah tulisan di pintu masuk wahana roller coaster yang juga ada di sini.



saranku sih, mending gak naik wahana ini deh. kurang meyakinkan! hahaha...

walaupun capek jalan kaki, setidaknya hari ini mata, jiwa, dan raga bisa fresh lagi. thank you all. kapan-kapan kita jalan lagi!!!


dame..galak!


buah yang aneh, kata widi si ini namanya buah kapuk

08 November 2009

One Year Later

Thank's God for this Sunday! Akhirnya aku dan teman-teman KKN Unit 96 Pacing bisa balik lagi ke desa tempat kami menghabiskan dua bulan bersama sekitar setahun yang lalu. Walaupun, kali ini yang bisa ikut hanya delapan orang (dari total 25 orang), acara "pulang desa" kami kali ini seru banget. pssst, tadinya aku sempet gak jadi ikut.hehehe...

Sebelum bertandang ke Desa Pacing yang belokasi di Kecamatatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini, kami sengaja membeli bakpia dan yangko sebagai buah tangan untuk bapak/ibu pondokan kami. Oleh-oleh sudah di tangan, kini saatnya meluncur ke Pacing!!



Subunit (dukuh) yang menjadi persinggahan kami yang pertama adalah Karang Asem. Tidak ada perubahan yang mencolok di rumah ini, kecuali ruang tamu yang semula kosong sekarang sudah dipenuhi dengan beberapa furniture.
Oh, iya..di bagian samping rumah ini ada kandang sapinya. Kalau setahun yang lalu, di kandang ini masih ada pedet (anak sapi), tapi sekarang sapi-sapinya sudah tinggal yang gede-gede dan total ada 10 sapi. Kalau per ekornya dihargai sekitar Rp. 8.000.000, tinggal dikali 10 deh. Bayangakan Bapak yang punya rumah ini bisa dapat duit berapa pas Hari Raya Kurban nanti.. Pengen deh Pak, kecipratan dikit..hehehe.
Di rumah Pak Sumanto ini, kami disuguhi mangga yang baru dipetik, peyek, dan juga soft drink. Kami yang setengah kelaparan sudah pasti sangat senang..hehehe.
Dari rumah ini, kami kemudian menyambangi rumah Pak RT tempat teman-temanku yang dulu tinggal di Karangasem menikmati makan dan minum yang enak-enak selama KKN. Untuk di dukuh ini, antara tempat menginap dan makan memang tidak dalam satu rumah yang sama, berbeda dengan dua dukuh yang lain. Hidangan untuk kami di rumah ini tidak kalah "heboh", ada es krim (rasanya alami banget, plus ada campuran kweni, dan mutiara), wafer, dan kue-kue kering. Ngborol-ngobrol kelar, kami pun beranjak ke subunit kedua di Dukuh Pacing.

Nah, rumah di Dukuh Pacing ini lah yang dulunya aku tempati. Senang banget deh bisa kembali ke rumah ini lagi menjumpai Bu Ami dan Yoga. Sesuai perkiraan kami, Ibu sudah menyiapkan menu spesial untuk kami, apalagi kalo bukan sambel, ikan goreng, sayur asem, dan yang pasti krupuk!!! hahaha... Di sini kami mendapat suplai mangga yang gak kalah banyaknya dari yang di Karangasem. Malah, di sini mangga kami tersaji dalam keadaan dingin. Kayaknya Ibu memang sudah sengaja, dari pagi mangga-mangganya sudah dimasukkin ke kulkas dulu.
Puas makan, ngobrol-ngobrol soal masa lalu (ceileh!), melacur soal pendadaran, dll kami pun pamit untuk pulang soalnya masih ada satu subunit lagi yang harus didatangi.
Hanya sekitar lima menit dari rumah di Pacing, kami pun sampai di subunit terakhir, yaitu Dukuh Tegalsari. Dan kami baru menyadari bahwa kami lupa foto-fotoan di rumah yang di Pacing!!! hahahaha... mau balik lagi, udah nanggung, akhirnya kami puas-puasin foto di sini saja. hehehe...
Di rumah ini pun, kami masih disuguhi bermacam camilan dan minuma. Hanya saja, insiden kecil bikin aku ilfeel. Ada serangga di dalam minuman yang kutuang dari ceret. huhuhu.. maaf ya Pak, Bu, minumannya gak bisa kuhabisin.
Hari pun beranjak malam, and it's time to go back to Jogja. tapi, dasar kami masih lapar plus masih kangen juga, akhirnya kami setelah sampai di Jogja, kami mampir lagi di Bakso Lombok Ulek di daerah Jakal. dan, makan lagi!!! yeeeyyy....!! Senangnya lagi, semua makanan kami gratis alias kami ditraktir oleh teman kami, Bangkit, sebagai traktiran kelulusannya. Thanks 'Kit...

Intinya, hari ini kami sangat senang. Walaupun, cerita yang sama sudah berulang kali kami bahas, entah kenapa kami tidak bisa berhenti untuk tertawa saat mengingatnya. Dan, kami pun sudah berjanji untuk main lagi di hari Sabtu minggu depan. Rencananya sih kita mau karaoke. Yuuuuuk....mauuuuu.... See ya my friends....


di dalam rumah di Karangasem


di depan rumah di Karangasem


pose gila di Tegalsari


pose gak jelas


pose sok cool (apaan coba?!) hehehe...


Udjo and kids of Tegalsari


only men.


di Bakso Lombok Ulek

30 Oktober 2009

my guilty pleasure

ini nih godaan terbesar pada saat menjalankan program hidup sehat. cake, puding warna-warni..uhhhh....
tadi siang bersama seorang teman, kami sengaja datang ke toko kue ini. kemaren pas makan di rumah makan pas di depan toko ini, kami udah ngerencanai kapan-kapan ma datang ke toko ini. gak taunya "kapan-kapan" itu adalah keesokan harinya alias tadi (hari ini).

oia, foto-foto berikut ini hanya sekedar untuk menggambarkan bahwa kadang-kadang aku juga "bolong" diet..bukan buat promosi toko ini!!! hahahaha.....


nama toko rotinya Kuki donuts. lokasinya ada di depan rumah makan Flamboyan di daerah Selokan Mataram


foto bagian depan dan dalam toko. desain toko yang berwarna-warni ini yang bikin lapar mata...T_T


deratan puding dalam freezer. yang coklat enak!!!


rak donat. dikit ya macam-macamnya...

deretan berbagai mini cake, brownies, sama tart yang bikin mupeng...awwww....


karna masih belum kuat iman hidup sehatnya, hari ini keluarlah aku dari toko ini dengan satu kantong putih berisi puding coklat dan puding kiwi. yessss!!!! masih sehat koq...!! ^_^