02 Januari 2012

Happy New Year 2012





~~HAPPY NEW YEAR~~
SAY THANK YOU TO 2011 AND WELCOME 2012!!

SHOW YOUR BEST IN THIS NEW YEAR AND MAY GOD CONTINUE TO GIVE US ABUNDANT BLESSING AND HAPPINESS IN THE COMING YEARS..

BEST LUCK FOR 2012!!!









Pic from (http://peegh.blogspot.com/2011/07/wallpaper-of-happy-new-year-animated_09.html)

20 Desember 2011

Day 4: 4 November 2011 (KYOTO)

Baiklah, cerita liburanku selama di Jepang aku lanjutin lagi.
Hari ke-dua di Kyoto, aku janjian pagi-pagi sama Kubo untuk pergi ke Nijou Castle, sebuah benteng peninggalan zaman Tokugawa, sewaktu Jepang masih dalam era kepemimpinan seorang shogun (era militer). Dari kos Iku ke Nijou Castle, kami naik bis. Di Kyoto tarif bis, jauh-dekat adalah 220 Yen. :)


Jalanan KYOTO di pagi hari, sepi..

Seperti biasa, di Nijou Castle aku foto-foto, dan Kubo memandu dan menjelaskan setiap bagian dari Nijou Castle dengan bahasa campur aduk. Yang lucunya, hari itu si Kubo ada acara seminar untuk orang Indonesia, jadi hari itu dia nemenin aku jalan-jalan dengan berpakaian BATIK.







AT NIJOU CASTLE


MANGA EXHIBITION AT NIJOU CASTLE

Dari Nijou Castle, aku sama Kubo jalan kaki ke kampus Ritsumeikan yang lain, yang terletak di daerah Suzaku (kalo kampus yang deket Kinkakuji & Ryoanji terletak di daerah Kinugasa). Sebelum ke kampus, kami mampir dulu di mall buat lunch. Dan setelah muter-muter bingung mau makan apa, kami putuskan untuk makan ramen. :)


My ramen for lunch

Setelah nge-ramen, kami langsung masuk ke gedung kampus, yang konon kabarnya lebih banyak digunakan oleh mahasiswa S2 dan S3. Di situ, sambil nungguin si Kubo yang jalan-jalan entah ke mana, aku masuk ke sbuah ruangan, semacam ruang display sejarahnya Universtitas Ritsumeikan. Di dalamnya ada patung pendiri Ritsumeikan (maaf namanya saya lupa), trus di dinding kita bisa ngeliat perkembangan dan sejarah Ritsumeikan dari tahun ke tahun. di ruangan ini juga ada giant screen berisi informasi dan sejarah Ritsumeikan.



Information Hall of Unversity Risumeikan

Gak lama si Kubo muncul, lalu dia ngenalin aku ke staff International Affair Department-nya Universitas Ritsumeikan. Beliau adalah Osawa san dan (maaf saya lupa lagi). Nah, seperti yang sudah aku singgung di atas, si Kubo hari itu ada tugas untuk jadi penerjemah di seminar yang diadakan oleh Universitas Ritsumeikan untuk dosen-dosen dari Indonesia. Tema seminarnya adalah mengenai bencana alam, dan hari itu dari CheRits akan memberikan presentasti dalam seminar tersebut.

Karena si Kubo akan in-charge dalam seminar tersebut, "tugas" nemenin aku jalan-jalan dialihkan ke Jo. Tapi, ternyata Jo datengnya agak lama karena dia masih ada urusan. Jadi, lah saya pun diajak untuk masuk ke dalam ruangan seminar, daaaannn...

"Hello,,my name is BLA BLA BLA. I'm from Indonesia, from Gadjah Mada University, Yogyakarta", sapa seorang bapak-bapak kepadaku sambil kami bersalaman.

"Maaf, Pak. Saya juga orang Indonesia, kok. Saya dulunya juga kuliah di UGM.", balasku sambil diiringi tawa terbahak-bahak dari peserta dan teman-temanku yang lain.


Training

Singkatnya, presentasi dari Cherits yang dibawakan oleh Nana-chan sebagai ketua, berjalan lancar. Setelah presentasi selesai, kami lalu jalan kaki (lagi) untuk nyari makan. hahaha! Lucunya, Nana chan tidak ikut makan siang, dia hanya mengantar kami sampai depan resto, trus balik lagi ke kampus. aneh... :p Makan siang (yang kedua) selesai. Aku dan Jo melanjutkan perjalanan ke kuil Kiyomuzudera, sedangkan Kubo balik ke kampus karena masih ada dinner dengan peserta seminar tadi.


Di jalanan Kyoto, pemandangan seperti ini sangat lumrah. Katanya sih, kalo pake kimono atau yukata kayak gini, kalo naik taksi bisa dapet diskon..


Bazaar anak-anak di salah satu pasar di Kyoto. so cute..


Kubo, Jo, Nana


Pilihan resto untuk lunch bareng Jo & Kubo

Wow, ternyata untuk mencapai Kiyomuzudera kami harus melewati jalanan tanjakan yang lumayan. tapi, di sisi kanan dan kiri jalan banyak terdapat toko-toko yang menjual souvenir, maupun makanan khas Kyoto, jadi naik tanjakannya gak kerasa terlalu berat. Pengunjung di Kiyomizudera di hari itu ternyata cukup banyak juga, untuk foto sendiri aja rasanya susah banget.hehehe.. Tapi, tetep lah ya, pemandangan di Kiyomizudera ini juara banget. Dari atas kuil yang dikelilingi bukit ini, kita bisa ngeliat pemandangan di bawah yang berupa kuil kecil, di mana orang-orang banyak yang antri untuk berdoa. Apalagi warna musim gugur mulai dominan. Cantik banget lah!!






at Kiyomizudera

Setelah dari Kiyomizudera, dan setelah membeli pesanan dari Ibu Boss di kantor (yang cukup unik), aku sama Jo balik ke kampus Ritsumeikan, yang di daerah Kinugasa. rencananya malam itu akan ada meeting mingguan, anak-anak Cherits. Di kampus, aku ketemu dengan beberapa anak Cherits, namanya si Koji, yang sudah gak aktif lagi karena lagi skripsi. Seru juga nungguin mereka rapat. ternyata seperti toh kalo mereka lagi rapat. hari itu tema rapat mereka adalah penyamaan persepsi antara anggota baru dan anggota lama mengenai kegiatan CheRits selama ini. :)

Kelar rapat, agenda selanjutnya sudah pasti adalah MAKAN-MAKAN dan NOMIKAI!! yeayyy!!! Seperti biasa, pilihan resto untuk dinner adalah izakaya resto deket kampus. Wah, rasanya seneng banget bisa kenalan sama anak-anak yang baru, trus cerita-cerita sama temen-temen lain (anggota lama) yang sudah lama gak ketemu sama aku. It was a fun night. :) I was so happy to spend my night with them. Thank you so much, guys.. :*

foto bareng setelah meeting (Cherits Member & me)


The 2nd Welcome Dinner by CheRits

Dan malamnya, saya nginep lagi di kos Iku. yeaaayyy!!! aku udah gak sabar untuk trip besok, ke OSAKA!

just FYI, saya ngerasa sedikit salah kostum di hari ini. Saya pikir cuaca di Kyoyo hari itu bakal dingin (karena sudah masuk musim gugur), ternyata lumayan PANAS.. ;p Padahal seharian saya cuma pake one piece tali spagheti yang saya kasi luaran berupa jaket tebal. Kebayang dong pas jalan-jalan saya ngerasa kepanasan luar biasa, tapi gak mungkin buka jaket juga.. ;p

DAY 3: 3 November 2011 (KYOTO)

Cerita liburan aku ke Jepang aku lanjutin lagi, nih. Sekarang lanjut tentang liburan aku Kyoto. My favorite one.. :)
Jadi, kalau menurut schedule bis yang aku terima di email, seharusnya aku sampe di Kyoto, tepatnya di Kyoto Station jam 06:20 pagi, dan di sana aku akan dijemput sama temen aku, namanya Kubo. Kalo aku manggil dia Mas Kubo. TERNYATA...bis yang aku naikin nyampe lebih cepat sodara-sodara!! jam 05:30 aku udah touched down di Kyoto Eki. Langit masih gelap, dinginnya naujubile, pulsa buat sms Mas Kubo gak ada, mau telpon lewat telepon umum juga gak enak karena masih pagi.. Ya udah, akhirnya aku putuskan untuk nunggu sampe sekitar jam 6 pagi baru akan telpon si Kubo, dan nelpon temenku yang lain, si Iku (yang ngasi tumpangan menginap buat aku). Lagian menurut aku si Kubo pasti jemput, ya udah aku putuskan untuk nunggu.

Karena gak ada tempat duduk yang nyaman, akhirnya aku nongkrong di depan toko yang masih tutup sama seorang mas-mas Jepang yang ngerokoknya kayak kereta api. Setelah jam sudah menujukkan pukul 6 pagi, aku langsung buru-buru ke telpon umum untuk menghubungi Iku, tapi gak diangkat-angkat. Pas lagi ngeliat-liat ke luar, eh..sepertinya aku mengenali sosok di seberang sana. Ya, dengan ciri khas kepalanya itu, memang gak susah untuk mengenali Mas Kubo.hehe.. Langsung deh aku angkat tas aku, trus nyebrang jalan buat nemuin si Kubo. huwaaa!! rasanya setengah gak percaya aku ketemu temanku ini di sini, di Jepang!! hahaha!! Langsung deh aku pukul-pukul trus aku cubit-cubit lengannya si Kubo (sampe dia kesakitan), sambil bilang, "Mas Kubo, ima Nihon da yo!!" hahaha!! Bodo amat kalo dia mikir aku norak. :p

Ngeliat aku udah nongol jam 6 pagi, si Kubo heran juga.
Mas Kubo : "Lha, bismu nyampe jam berapa?"
Aku : "Jam 05:30. hehee. Tapi, dari tadi aku nunggu di sana."
Mas Kubo : "Oh gitu? aku udah nunggu dari jam 5 pagi lho. aku pikir bismu pasti lewat sini. jadi aku nunggu di sini aja.hehehe.."
Aku : "oh gitu? Lah, Mas Kubo ngapain juga datang dari jam 5?"
Mas Kubo : "Ya, kan aku udah bilang aku pasti jemput."
Aku : "hahaha!! bagus-bagus!"
(percakapan ini dalam bahasa Jepang yaaa :p)

okay, berhubung masih pagi buta, kami agak bingung juga mau ke mana. ya udin, tujuan pertama ke kos Kubo untuk naro barang-barangku. dari kos Kubo, aku diajak sarapan di kedai rice bowl gitu, nama restonya aku lupa.
Habis sarapan, rencananya mau numpang mandi di kos temen aku, tapi sayang dia lagi gak di kos. Alhasil, dengan modal cuma cuci muka, aku digeret si Kubo ke "Kuil Dewa Belajar". Suasana di situ masih sepi. Maklum, pas aku datang di Jepang lagi hari libur Nasional, hari Kebudayaan. Jadi jalanan sepi banget.

Di Depan Mon (gate) Kuil Dewa Belajar

Dari Kuil itu, perjalanan kami lanjutkan ke Kuil Kinkakuji. Istimewanya kuil utama (kalo si Kubo nyebutnya "gedung pusat") dari kuil ini, terbuat dari emas. Cantik banget! Sayangnya, mungkin pas kebetulan lagi hari libur, jadi banyak banget rombongan anak-anak sekolah yang datang ke sini. jadinya, untuk foto-foto agak susah..hehehe.. Oh ya, di sini aku juga sempet nyobain maccha (green tea) yang terkenal dari Kyoto. Rasanya agak pahit gitu sih, tapi kan dimakannya dengan cake kecil yang manis banget. Jadi, pas di mulut, perpaduan pahit dan manisnya itu bikin malah jadi enak.hehehe..

AT KINKAKUJI



KYOTO GREEN TEA, SO YUMMM.. :)



Setelah ke Kinkakuji, langsung ke Ryoanji. Nah, kalo di sini keistimewaannya adalah susunan batu-batu di sebuah taman, yang dikelilingi pasir. Di sini sih, jumlah wisatawan yang datang tidak terlalu banyak. Jadi, enaklah untuk keliling-keliling.




AT RYOANJI

Dari Ryoanji, aku sama Kubo langsung nyari makan di sekitar kampus Ritsumeikan. oh ya, FYI aja nih, lokasi kampusnya Ritsumeikan University benar-benar dekat dengan kedua kuil tadi. Jalan kaki pun bisa, lho. hehehe... Untuk menu lunch pertama di Kyoto, kami memilih unagi (belut), pork, ayam, dan beer. Ya, di sinilah kegiatan "nomikai" (baca: minum-minum) aku selama di Jepang dimulai. :) Setelah lunch, aku sama Kubo balik ke kampus untuk ketemu teman-teman Cherits. Rasanya senang sekali bisa ketemu mereka secara langsung, di JEPANG, bukan di Jogja seperti tahun-tahun sebelumnya.:)



Agak sorean, Fujiyama sensei dateng. Beliau merupakan dosen penanggungjawab kegiatan Cherits. Sama sensei aku diajak keliling-keliling Kyoto naik mobil beliau. Pertama diajak ngeliat Kyoto University yang terkenal itu, sempet turun buat foto-foto juga. Dari situ, kami AEON Mall, yang letaknya dekat dengan Kyoto Stasiun. Di situ aku gak beli apa-apa sih, sekedar liat-liat mall-nya Jepang itu kayak gimana. :p

AT KYOTO UNIVERSITY


INSIDE THE AEON MALL, KYOTO

Dari AEON, sensei nge-drop kami ke satu resto izakaya. Di situ beberapa teman-teman Cherits akan mengadakan "penyambutan" kecil buat aku, ya dinner gitu lah. Lagi-lagi kami minum-minum. hahaha!!! Tapi, jujur aja, hari itu aku capek banget. Tampangku udah muka bantal banget. :p

MY FIRST WELCOME DINNER MENU


taken by Nana-chan :p

Ah, benar-benar hari yang menyenangkan. Malamnya, aku nginep di kos salah satu teman Cherits, namanya Iku. Kosnya simple, berkesan bersih karena interiornya semua berwarna putih termasuk gadget dan furniture yang lain. Da, sudah pasti malam pertama saya di Kyoto saya akhiri dengan MANDI. hahahaha!!!

16 November 2011

Welcome to Japan! (1-9 November 2011)

Konnichiwa!

Seminggu ini rasanya mood liburan masih kebawa-bawa ke kantor. Maklum, kali ini liburan aku (beneran liburan) agak jauhan. Ya setelah sekian lama menyandang status sebagi anak Sastra Jepang, akhirnya di tahun ini aku menginjakkan kaki juga ke negeri Sakura, Jepang.

Liburan nekat ini diawali oleh promo dari Air Asia yang menyediakan tiket terbatas dengan harga super miring untuk penerbangan Jakarta-Haneda (Tokyo). Awalnya, ketika booking tiket sekitar bulan Mei lalu, aku berencana untuk pergi ke Jepang dengan kakak kelas sekaligus teman kantor aku, Mba Sagita. Tapi, kerena di tanggal yang Mba Sagi pilih kebetulan aku sudah ada plan kerjaan yang gak mungkin aku tinggalkan, akhirnya kita berangkat sendiri-sendiri ,deh. Lalu, aku pun memilih tanggal 1-9 November 2011 sebagai tanggal liburan aku ke JEPANG!!!

Setelah sebulan menjelang tanggal keberangkatan, hal yang wajib aku siapkan adalah VISA. Setelah dokumen aku lengkap, dengan PeDe aku mengajukan permohonan aplikasi visa untuk wisata melalu Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. TERNYATAAAA… permohonan VISA aku DITOLAK!! L Alasan mereka (Pihak Kedubes) karena KTP aku masih beralamat di Kalimantan Timur, jadi untuk apply VISA aku harus lewat Konjen Jepang yang ada di Surabaya. Dang!!! Mulailah aku muter otak gimana caranya apply visa ke Surabaya. Mau berangkat sendiri, malah ribet dan pasti keluar biaya lagi. Setelah tanya-tanya dan minta advise sana-sini, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan jasa travel, namanya PACTO TRAVEL AGENT di Surabya. Secara biayapun lebih hemat. J

Perhitungan biayanya seperti ini:

Kalau urus sendiri (di Jakarta), harga single visa = IDR 300,000

Lewat agent (Surabaya) = IDR 600,000 (include visa fee & transportation fee).

Setelah seminggu lebih, harap-harap cemas, akhirnya berita gembira itu pun datang juga. VISA aku jadi!! Rasanya seminggu itu tidur pun tak nyenyak. Kebayang aja kalo visa gagal padahal tiket udah dibayar. :p

Singkat cerita, setelah semua itinerary disiapkan, aku pun siap berangkat!!! Yeaaaayyy!!

1 November 2011 (1st Day)

Flight aku untuk hari itu dijadwalkan jam 08:30. Berhubung senpai aku yang akan aku tumpangi di Tokyo minta untuk dibawain tempe, pagi-pagi buta aku sudah keluar rumah untuk ngambil tempe yang sudah aku pesan sejak kemarin di ibu tukang sayur di dekar rumah. Daaannn…si ibu ternyata gak jualan!!! Haahaha!!! Baiklah, supaya tempe tetap terbeli, aku pun menyempatkan beli tempe di pasar yang aku lewati menuju terminal bis DAMRI untuk ke bandara. Ok, tempe terbeli.

PR berikutnya setelah sampai bandara adalah membeli keripik buah untuk oleh-oleh ke teman-teman Jepang aku. Ya, harus aku akui, persiapan berangkat aku agak kurang baik. Banyak hal yang aku siapkan di last minute karena aku kesibukan pekerjaan. Anyway, akhirnya keripik pun terbeli juga.

Dari Jakarta pesawat aku transit dulu di Kuala Lumpur. Oh ya, pagi itu line antrian imigrasi di Bandara SoeTa ramai banget. Untungnya aku masih bisa ngejar waktu boarding. Nyampe di KL dengan selamat dan setelah menunggu dua jam, perjalanan aku kembali dilanjutkan menuju JEPANG!!!

Dan akhirnya, tepat di pukul 22:30 malam, aku tiba juga di Jepang dengan disambut hawa dingin musim gugur. Yokoso Japan!!! J lalu, berbagai pengalaman bodoh dan menarik pun silih-berganti bergulir.. cieee!!!!

PR pertama aku (yang lumayan berat) setelah sampai di Jepang adalah SENDIRIAN menuju rumah senpai, Mba Yaya, yang terletak di daerah Tokyo. Dengan berbekal kertas berisi informasi gimana harus ke rumahnya, mulailah aku berkelana.



Suasana di Bandara di KL, terminal LCC

Jadi ,dari bandara Haneda, Mba Yaya memberitahu kalau untuk ke rumahnya pertama aku harus naik monorail sampai Hamamatshucho, lalu ganti ganti kereja JR sampai stasiun Uguisudani. Kata Mba Yaya, kalo bingung beli tiketnya gimana, tanya sama petugasnya aja. TAPI, mungkin karena sudah malam, petugasnya gak ada!! Satu-satunya cara adalah tanya sama orang. Kebetulan di situ ada mbak-bak yang juga mau beli tiket, jadilah aku tanya sama dia. Kebetulan lagi dia juga menuju arah yang sama, akhirnya kami naik kereta bersama, trus cerita-cerita, deh. Ternyata si mbak, baru balik dari Malaysia setelah setengah tahun lebih jalan-jalan sendiri di sekitar Asia Tenggara. Kata dia, pagi itu tiba-tiba dia ingin pulang ke Jepang, trus di beli tiket, trus pulang deh! Agak “sakit” yee.. :p

Okay, ternyata si mbak berhenti di Tokyo eki, dan aku melanjutkan perjalanan sendiri menuju Uguisudani. Lagi-lagi dengan berbekal petunjuk jalan dari Mba Yaya, akhirnya saya ketemu juga sama si Mba yang udah nunggu dari tadi.

Ternyata, rumah Mba Yaya itu deket banget dari stasiun. Praktis banget. Setelah semua “upeti” diserahkan, kami pun dinner bareng suami Mba Yaya, Mas Habu. What a sweet couple. Malam itu Mba Yaya bikini kare-raisu, yang enak banget. J Sebelum tidur, aku konfirmasi janjian untuk besok harinya sama si Eldy, temen sekaligus mantan muridku yang lagi belajar di Tokyo Daigaku.

Cieee, malam pertama di Jepang nih.. ahahahaha!!

2 November 2011 (2nd Day)

Pagi-pagi aku udah bangun, trus siap-siap ngikut Mba Yaya naik kereta ke Roppongi, daerah tempat Mba Yaya kerja. Sengaja ngkiut dari pagi biar punya waktu banyak buat jalan-jalan. Nyampe di Ropongi karena masih sepi, jadilah aku foto-foto sendirian. Jalan sana, jalan sini sendiri, nyoba cari tahu ada apa aja di daerah situ.


Lost in Roppongi :)

Mendekati jam 12, waktu janjian kau sama si Eldy, aku pun langsung lari ke stasiun. Nyampe di papan kereta...GUBRAK! nama daerahnya pake Kanji semua, bok!!! Aku kan paling bego sama yang namanya kanji. Ya udin, jurus paling ampuh pun aku keluarkan, yaitu: nanya ke petugas stasiun. Oke, selamat sampe Shibuya Station. Nah, seingat aku, meeting point dengan Eldy adalah di Hachiko Gate. Berhubung aku rada tulalait, lagi-lagi aku nanya ke orang gimana caranya ke Hachiko Gate. Untungnya, si mbak-mbak yang kutanyain ini baik banget. Menurut dia, ke Hachiko Gate itu emang rada ribet jadi sama dia dianterin deh. Lalu, setelah nunggu hampir 30 menit dan si Eldy tak muncul-muncul, mulailah saya mengecek kembali message di FB soal janji ketemuan aku sama si Eldy. (untungnya di Shibuya Eki WiFi-nya jalan, kalo enggak bisa mampus aku.. :p). dan benar saja, ternyata meeting point kami adalah di DEPAN PATUNG HACHIKO, bukan di depan Hachiko Gate. Hahahaha!! Benar aja, pas aku ke patung Hachiko, si Eldy udah nungguin di situ.

Setelah mikir-mikir mau ke mana, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Tokyo Daigaku (Tokyo University) tempat si Eldy lagi belajar. Sambil jalan kaki menempuh jarak yang lumayan, kami banyak cerita soal masa depan. Ciee!! Tenang, sodara-sodara, bukan soal ITU, kok. Kami cerita soal berkarir di perusahaan multinasional. Apa aja skill yang harus kita punya, bidang-bidang apa yang prospective untuk dimasuki, gaji, promosi, dll. Hahaha!!

Nyampe di ToDai, pertama pasti foto-foto dong ya. sama si Eldy diajak kelilingkampusnya. Wuihh!! Anak ToDai tampang serius-serius amat. Tapi, aku suka arsitektur bangunannya. Serius, dingin, dan berkelas. J Sempat juga ketemu sama temannya Eldy (yang kupikir adalah dosennnya dia karena make’ jas lengkap). Kata Eldy, mungkin si temannya itu mau presentasi makanya rapi begitu.


Keliling Tokyo University


Anyway, keliling ToDai hari itu cukup berkesan. Dalam hati, mau dong kuliah di sini.hehehe…
Dari Todai, kami balik lagi kea rah Shibuya (tetep jalan kaki). Karena udah laper, akhirnya kami nyari resto murah meriah, dan pilihan pun jatuh ke restoran Udon. Rasanya enak, harganya pun sangat bersahabat.




Selesai makan, Eldy masih ngajak aku keliling-keliling Shibuya. Foto-foto udah pasti dong ya. selesai keliling Shibuya, kami berpisah. Eldy katanya masih mau belanja buat makan malam. Aku pun harus siap-siap untuk melanjutkan perjalanan malam harinya ke Kyoto. Sebelum pisah, kami foto dulu dooongg!!! Cheeerrrsss!!!

Shibuya!!!


Pose with Eldy :)

Eh, ngeliat jam kayaknya masih ada banyak waktu buat aku jalan-jalan sendiri. Berhubung jalan-jalan di Tokyo itu gampang dan gak ribet, aku langsung nyoba menjajal daerah Harajuku. Ternyata, keluar dari stasiun, langsung ada Takeshita Doori (Takeshita Street) . di situ ada banyak banget toko-toko pakaian, pernak-pernik, sepatu, dll yang lucu-lucu dan JEPANG banget!! Hehehe…. Seru deh jalan-jalan sore di daerah ini. Dan pas ngeliat ada diskonan sepatu boots, langsung deh aku ngeborong tiga sepatu sekaligus. Hahaha!!! Kapan lagi bow… ;p


Suasana di Takeshita Street

Berhubung sudah malam, aku langsung balik ke rumah Mba Yaya. Nyampe di rumah, Mba Yaya ngajakin jalan-jalan ke daerah Ueno. Kami langsung cabut naik kereta, trus shopping deh. Di Ueno, aku beli cat rambut, sama stocking (buat ke Kyoto). Pas di Ueno, aku sama Mba Yaya juga sempet makan kebab di Downer Kebab, tempat langganan Mba Yaya. Rasanya enak deh!! Yang jual cakep pula. Hahaha!! Tetep yah..

Dari Ueno, kami buru-buru balik ke rumah karena aku harus cabut Tokyo Station untuk naik bis malam ke Kyoto. Mandi cuma lima menit, gak pake dandan, aku langsung cabut ke Tokyo Station. Lagi=lagi drama dimulai. Hahahaha!!! I’m the drama queen, right? :p

Ternyata, aku gak menemukan gate (pintu keluar) sesuai dengan yang tertera di peta meeting point bis. Akhirnya aku harus bolak-balik nanya ke orang-orang. Waktu itu patokan aku adalah jalan ke arah Marunouchi Building. Bodohnya aku, aku sempet salah nama gedung, aku tanya ke orang-orang Shinmarunouchi Building. Hahaha!! Padahal waktu keberangkan bis udah tinggal 20 menit lagi. Untung otakku rada bener sedikit. Aku tarik napas, trus ngeliat contekan nama gedung di kertas yang aku pegang sejak tadi. nyampe gedungnya, ternyata semua pintu udah ditutup karena udah hampir jam 9 malam. Tapi, untungnya masih ada satu pintu yang kebuka. Keluar gedung, aku ngeliat ada bis-bis yang berjajar. Waku piker mungkin itu bisnya, ternyata bukan!! Gedubrak!! Mampus lah aku!! Eh, untungnya lagi, gak jauh dari situ aku ngeliat ada bis lain yang lagi ngetem plus warnanya biru (aku inget nama bisku itu Blue Railways..hehehe). Pake lari-lari aku langsung samperin itu bis, dan BENAR!!! Ternyata, aku adalah penumpang terakhir yang mereka tunggu, dan mereka sudah telponin Mba Yaya untuk ngasi tau bahwa bisnya udah mau berangkat. Hahaha!!!

Oh ya, kenapa mereka nelpon Mba Yaya? Karena yang reservasi bis untuk perjalananku Tokyo-Kyoto-Tokyo adalah si Mba Yaya. Jadi, no telpon yang tertera di tiketku adalah no telp Mba Yaya. Begitu..

Perjalanan di bis malam itu lancar. Enak banget. Banyak cowok-cowok ganteng. Hehehe…

-bersambung-