30 August 2010

Sepatu, Shoes, Kutsu, Schoen, Chaussure







Sepatu, Shoes, Kutsu, Schoen, Chaussure or Whatever




Mau apapun kata atau sebutan untuk benda yang satu ini, tetap saja aku tergila-gila kepadanya. Entah kapan tepatnya aku mulai jatuh cita pada SEPATU. Tapi, bisa dibilang sejak SMP atau SMU aku sudah mulai memilih sendiri jenis sepatu apa yang kusuka, termasuk sepatu itu nantinya mau kupakai ke mana, tidak lupa mau dipakai bersamaan dengan pakaian yang mana.


Kalau dirunut ke masa lalu dan dicari sebab-musababnya kenapa aku mulai menyukai sepatu, mungkin salah satu pencetusnya adalah kebiasaan bapakku yang gemar mengoleksi alas kaki ini. beliau memiliki beragam jenis dan warna sepatu di rumah kami. bahkan, beliau memiliki beberapa koleksi yang agak "nyeleneh" dan nyentrik, misalnya sepatu boots tinggi ala koboi. dan mungkin dari sinilah, aku pun mulai tertular untuk suka sama sepatu.


Menginjak kuliah, ketika aku semakin bebas untuk menetukan jenis sepatu apa yang ingin kupakai, aku pun semakin rajin membeli berbagai macam sepatu. kebiasaan ini terus berlanjut sampai aku bekerja sekarang. =)
Tapi, entah mengapa sejak dulu, aku tidak pernah awet memakai sepatu. Umur sepatuku paling lama hanyalah 3 bulan. Kalau bisa bertahan 1 tahun lebih, berarti sepatu itu tidak nyaman dipakai dari awal (ini aneh ya?), atau ada yang salah dengan sepatu itu, misalnya warnanya terlalu mencolok, dsb.
Pengalaman terakhir, aku membeli sepatu untuk kerja sekitar 1 bulan lalu. mau tau berapa umurnya? hanya sebulan!! padahal sepatu itu hanya kupakai di kantor, tapi tetap saja rusak. kali ini heels-nya copot kayak di iklan Mentos. sedihnya, aku suka sekali sama sepatu itu, warnanya cute, dan terlihat sangat manis di kakiku. mana rencananya, akau mau pakai sepatu itu untuk Final Contest QCC (training di kantorku), yang kebetulan aku adalah MC-nya. tapi apa daya, dia pun rusak!!! sebellll!!! =(
Sekarang aku lagi hunting sepatu lagi nih. Tapi, masih bingung mau sepatu model apa lagi yang pas untukku, dan utamanya yang awet. hehehe...
Oh, sepatuuuuuuuuuuuuuuuu.............

27 August 2010

1st Round QCC Final & Semi final Contest 2010

Pose habis nge-MC di Final Contest-24'08'10

Pose habis nge-MC di Semifinal Contest-22'07'10

09 August 2010

Infeksi Saluran Kencing

Temans... tulisan ini sebenarnya sudah kusiapkan sejak sebulan yang lalu, tapi karna sibuk sekali, baru deh sekarang ku unggah... enjoy =)


Pernah mengalami salah satu dari gejala-gejala berikut:


  1. Tidak bisa menahan buang air kecil


  2. Rasanya pengen pipis terus, tapi pas pipis keluarnya cuma sedikit dan (sakit)


  3. Pas pipis terasa panas di daerah perut bagian bawah. di bagian ini juga terasa nyeri.


  4. Air kencing berwarna keruh, pada tahap tertentu berwarna pink (karena bercampur darah)


  5. Demam


Kalau di antara teman-teman ada yang pernah mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. apalagi kalau keluhannya sudah sampai pada no 4 dan 5. bisa-bisa teman-teman terkena penyakit yang namanya "Infeksi Saluran Kemih" atau biasa juga disebut "Infeksi Saluran Kemih" atau ISK, seperti yang menimpa aku seminggu yang lalu.


Sebenarnya aku sudah lama "sadar" bahwa ada yang tidak beres dengan urusan buang air kecil-ku. kurang lebih ketika aku menginjak kuliah semester terakhir, aku merasa bahwa frekuensi buang air kecilnya terlalu banyak. awalnya aku pikir aku menderita diabetes, karena salah satu symptom diabetes adalah sering buang air kecil. tapi, lama-kelamaan aku terbiasa juga dengan kebiasaan pipisku yang lumayan sering itu.


Sampai pada suatu hari, tepatnya 3 minggu yang lalu, sehari sebelum aku berangkat ke Lido untuk mengikuti training ISO, aku merasakan ada yang tidak beres. dari pagi aku pipis terus. awalnya aku pikir karena aku berada di ruangan yang ACnya cukup dingin. tapi, lama-kelamaan aku heran, aku tidak minum apa-apa, kok rasanya pengen pipis terus aja. pipisnya juga dikit-dikit tapi sedikit sekali. aku jadinya bolak-balik ke toilet. karena itu pula, aku sampai tidak enak dengan teman-teman yang lain, karena hari itu aku ada briefing singkat tentang ISO di ruang meeting kantor. parahnya, semakin lama pipisku rasanya sakit banget, dan di tisu yang kupakai untuk mengelap setelah pipis, ada bercak berwarna warna pink. yup, ada darah di air kencingku! karena panik, aku langsung browsing. mencari tahu lebih detail apa yang terjadi dengan diriku. =(
seperti yang kuceritakan sebelumnya, aku sudah tau ada yang tidak "beres" dengan tubuhku ini. sebelum-sebelumnya aku sudah sering browsing tentang gejala-gejala yang kurasakan. tapi karna tidak ada keluhan yang serius, aku pun cuek saja dengan penyakitku ini.

Sampai di hari minggu tanggal 25 juli yang lalu, aku merasakan sakit yang sama plus gejala yang sama (ada darah, demam, dsb). kali ini aku cukup tenang menghadapi sakitku ini. dan dengan penuh tekad, aku memutuskan bahwa keesokan harinya aku harus ke dokter.

singkat cerita, esok harinya aku pun memeriksakan diriku ke dokter spesialis urologi. dan dari hasil lab diketahui bahwa ada 1,326 bakteri di saluran kemihku. bayangkan? yang seharusnya tidak boleh ada, eh aku malah melihara bakteri sampai sebanyak itu. he..he..he. hasil pemeriksaan sendiri bisa diketahui dalam 2 tahap, di hari ini hanya untuk mengecek ada tidaknya bakteri serta jumlah bakteri yang hidup di sana. dan untuk tahu bakteri apa yang hidup di situ, aku harus menunggu 5 hari lagi.

dari dokter aku dikasi beberapa obat. dan yang paling menyakitkan di hari itu adalah ketika aku membayar semua tagihan rumah sakit. berapa? hampir sejuta lebih... huhuhuhu. pengen nangis rasanya. cuma gara-gara kurang minum aja segitu banyak duit yang harus kukeluarkan. T_T

belum selesai penderitaanku. ternyata aku gak cocok dengan salah satu obat yang dikasi dokter. efeknya, setelah minum obat itu aku langsung pusing berat disusul dengan mual dan muntah-muntah. yaiks!! i hate that situation. felst so weak. =( akhirnya, setelah bolak-balik ke rumah sakit, dokterku pun ngasi surat sakti ke bagian apotik untuk mengganti obat "terkutuk" itu. tapi, setelah aku konsultasi dengan bagian apotik, sebenarnya aku sudah tidak perlu lagi meminum obat sejenis itu, dan kuputuskan untuk tidak mengambil obat pengganti dari dokter. tapi tetap saja, aku harus menambah durasi meminum antibiotik dari dokter, yang berarti keluar duit lagi untuk membeli obat mahal itu. =( oh ya, setelah 5 hari hasil lab mengenai jenis bakteri yang ada di saluran kemihku sudah bisa diambil. hasilnya positif Escherichia Coli.

Dari pengalaman ini, aku benar-benar merasakan dan menyadari betapa MAHALnya harga sebuah KESEHATAN. Hidup sehat itu murah teman-teman, jadi jagalah kesehatan kalian sebelum penyakit datang dan membawa segudang tagihan-tagihan mahal kepadamu! i've proved it.

salam,

peace dame