Selamat pagi HCM!!
Bangun pagi, catokan dulu (hahaha!! iya, saya bawa catokan rambut), gak sarapan, pesan taksi, langsung cabut ke pool bis Sapaco, bisa yang akan mengantar kami ke Kamboja.
Berhubung kami masih ragu apakah reservasi via telephone kami dari Jakarta lalu benar-benar diterima atau tidak, jadi kami memutuskan berangkat lebih awal (jam 6 pagi) ke tempat penjualan tiket bis tersebut.
Untungnya, setelah konfirmasi, reservasi kami ternyata diterima dengan baik. Kami hanya tinggal membayar dan siap berangkat menuju Phonm Penh, Kamboja. :)
 |
| at Sapaco ticket agent |
 |
| Breakfast.. PHO (again) |
 |
| di peremapatan Pham Ngu Lao.. :) |
 |
| inside the bus |
Secara keseluruhan perjalanan lancar jaya. Cuma ya..seperti yang sudah sering diceritakan oleh orang-orang yang naik bis ke Kamboja, "selama di bis, jangan pernah melihat ke depan"!! Kenapa?? Gila!! Supir bisnya gak ada takutnya. Semua dihajar..hahaha!! Udah gitu, aku pas dapat seat paling depan, pas di belakang supir. FYI, di Vietnam menganut stir di kanan (terbalik dengan di Indonesia), jadi bisa dibayangkan betapa horornya pemandangan kami.
 |
| setelah pengecekan paspor, di border/perbatasan Vietnam-Kamboja |
|
 |
| Sapaco Ladies :) |
 |
| Welcome to Cambodia!! |
|
|
|
Oh ya, ternyata untuk mencapai Phnom Penh, dari daerah perbatasan tersebut harus menyebrang Sungai Mekong dengan menggunakan ferry. Sedikit kaget sih, karena sepertinya info ini tidak pernah kami dapatkan dari review-review perjalanan yang sudah ada. (atau kami yang tidak baca, ya?? hehe..)
Sampai di Phnom Penh, kami dijemput oleh Abang Sahih (kenalan temannya teman) yang berprofesi sebagai pemilik penyewaan mobil/ tuk-tuk di Phnom Peh. setelah melalui negoisasi alot via sms sejak di Indonesia, tadinya kami mau menyewa van/ mobil si abang, tapi karena kami telat confirm, akhirnya si abang mengalihkan kami ke adiknya, Abang Abdul Rahman. Tapi, kami jadinya tidak naik van, tapi tuk-tuk biasa. Untuk tarifnya adalah 35 USD untuk satu setengah hari. hehe..
Oh ya, abang-abang ini asli orang Kamboja, tapi mereka bisa bahasa Melayu dengan lancar. Jadi, kami tidak kesulitan dalam hal komunikasi.
 |
| Ngemper cantik di depan pool bis Sapaco, Phnom Penh |
 |
| Look at the"Selamat Datang" sign!! haha!! |
 |
| Tuk-tuk Girls!! |
Setelah Check in di Circuit Hotel (very high recommended hotel to stay at PP), kami langsung menuju destinasi pertama, Tuol Sleng Genocide Museum. Museum ini terletak di tengah permukiman warga, dan merupakan saksi bisu kekejaman rezim Pol Pot sewaktu masih menguasai Kamboja. Karena "dingin"nya aura di sini, hanya aku dan Mba Mai yang berani keliling.
Dari Foto-foto bagunan yang dulunya bekas sekolah ini, kita bisa terlihat bagaimana dulunya penduduk Kamboja (terutama yang kaya dan pandai) ditangkap, dan disiksa hanya agar mereka tutup mulut dan tidak speak out ke dunia mengenai ketidakadilan semasa masa pemerintahan Pol Pot. :(
v
Gak mau lama-lama di Tuol Sleng, kami langsung meluncur ke Russian Market, dilanjut keliling ke beberapa tourism spotnya Phnom Penh.
 |
| at Russian Market |
 |
| at Grand Palace |
 |
| anak-anak penjual makanan burung di Grand Palace |
 |
| Grand Palace |
--to be continued-
No comments:
Post a Comment