
"Dek, rumah kita kebakaran.."
begitu kata sepupuku lewat telepon siang tadi (7/10/09) sekitar pukul 11 siang. shock, kaget, mau nangis, bingung, takut rasanya bercampur aduk jadi satu di saat itu. mungkin kalau ada yang pernah mengalami kejadian yang sama, pasti tau gimana perasaan aku. apalagi pas inget wajah kedua orang tuaku. bener-bener mau nangis banget rasanya. belum lagi pas ngebayangin pas aku pulang Natal bulan Desember depan, aku sudah gak gak punya rumah, tambah lemes.
pembicaraan dengan sepupuku itu diawali dengan adanya tiga panggilan tak terjawab yang tampak pada layar HPku. agak aneh menurutku kalo sepupuku ini sampai menelepon sebanyak itu karena sepupuku ini sangat jarang menghubungiku. sekalinya telepon, pasti hanya menanyakan atau memberitahu hal-hal yang penting. jadi, aku langsung sms dia, intinya "kenapa tadi tlp?". gak lama kemudian, sepupuku itu langsung menghubungi aku lagi, dan.....berita tentang kebakaran itu lah yang aku dengar.
selesai telelepon, aku langsung ngacir ke tukang pulsa depan kos. sial! pas lagi keadaan gawat gini, pulsa cuma tinggal 10ribu. oke! pulsa 50ribu sudah masuk, balik ke kos. langsung, menghubungi mamah. sambil nahan nangis (SUSAAAAAHHH!!), aku tanya kondisi mamah dan bapak. untunglah mereka tidak apa2, walaupun sebagian rumahku ikut hangus. hiksss...
menurut mamah, asal api dari rumah kontrakan sebelah. persis di samping rumahku memang ada lima rumah kontrakan yang saling berdempetan. dan kebetulan pemiliknya adalah abangnya bapakku, dan salah satu yang tinggal di situ adalah adiknya bapakku (tante).
kata mamah, pagi itu sekitar jam 10, bapak sama mamah lagi makan, dan tiba-tiba terdengar ledakan (belakang diketahui ledakan itu berasal dari kompor yang meledak) dari arah rumah kontrakan sebelah. secepat kilat api menyambar, menghanguskan kelima rumah kontrakan itu dan sebagian rumahku. T_T. untuk rumahku sendiri, yang kebakar adalah AC di kamarku (kebetulan kamarku bersebelahan langsung dengan salah satu rumah kontrakan), dan sebuah kamar yang ada di lantai dua. barang-barang di kamarku nggak ada yang ikut kebakar, tapi baju-baju sepupuku yang tinggal di kamar di lantai 2, kata mamah hangus semua. aku tanya tentang kabar tanteku, kata mamah saat itu tanteku shock berat karena rumahnya habis total dan tidak ada barang yang bisa diselamatkan.
karena mamahku waktu itu juga tampak masih sangat kaget, aku gak berani tanya macem-macem lagi. aku cuma bisa menguatkan mamah aja, dan ganti telpon bapak.
reaksi bapak pas aku telepon benar-benar bikin aku lega. bapak masih bisa ketawa dan dari suaranya bapak tampak sangat tenang. mungkin ini ya bedanya laki-laki dan perempuan. .hehee....^___^. waktu aku telepon, bapak lagi di kantor (kantornya di seberang rumah), lagi jagain barang-barang, katanya.
ngomong sama bapak, aku lebih banyak membahas hal-hal teknis, misalnya harus ada petugas yang jaga rumah malam harinya, soalnya bagian atas rumahku, kan sekarang terbuka. yah, antisipasi saja, takutnya ada orang yang mengambil kesempatan dalam kemalangan orang lain.
yah, pada akhirnya aku cuma mengambil hikmah dari peristiwa ini. mungkin ini saat yang tepat untuk merenovasi rumah kami. apalagi atap rumah kami memang beberapa sudah ada yang yng bocor sehingga kalau hujan tak jarang kami harus kerja bakti mengepel.hehehe...
semoga Natal tahun ini kami sudah bisa merasakan kehangatan rumah kami lagi..
jikka ni kaeritaiiiiii......
No comments:
Post a Comment