28 August 2012

Vietnam-Cambodia Trip (5-9 Juli 2012)


Akhirnya postingan ini muncul juga. Baiklah, dengan keterbatasan yang ada, mari bercerita.. :)

Berangkat dari Jakarta tanggal 5 Juli yang lalu, sekelompok anak muda (ceileh) dan satu tante memutuskan untuk "cabut" ke Vietnam dan Kamboja. Formasi hari itu adalah aku, Mba Sagi, Mba Maitri (keduanya seniorku di Sastra Jepang), plus Tante Endang (tantenya Mba Sagi). Selama keberangkatan, ya biasalah ya. Tidak ada "keajaiban" yang berarti. hehe..


Makan onigiri dulu, buat ganjel perut.. hahaaha!

Mendarat di Ho Chi Minh dengan selamat, insiden pertama yang bikin yang lain senewen adalah "drama" hilangnya passport aku. Kebayang dong, kami semua udah males banget harus mengahadap ke Bagian Imigrasi di airport HCM, tapi ternyata si passport cuma keselip. hehe..

Welcome to Ho Chi Minh!!


Dari bandara, kami langsung menuju hotel. Oh ya, nama bandara di HCM ini adalah Tan Son Nhat International Airport. Dari gate arrival, kita harus keluar agak jauh untuk mencari taksi. FYI, taksi yang terpercaya di HCM cuma ada dua Mai Linh (Taksi warna hijau-putih ada yang juga yang hijau semua) dan Vina Sun (taksinya dominasi warna putih). Kenapa terpercaya? Karena cuma dua taksi ini yang melayani perjalanan dengan argo, kalo taksi-taksi yang lain, konon kabarnya suka main tembak. hehee..

Pas mau naik taksi dong, si supir kan dengan ramahnya memasukkan tas kami ke bagasi dan membukakan pintu. Sambil mengerjakan itu semua, si bapak supir ngomong sesuatu pake bahasa Vietnam ke kami, dan dengan polosnya aku menjawab, "Oh, okay, no thanks". Dengar aku bilang gitu, si Mba Mai langsung nyeletuk, "Me, dia ngomong pake Bahasa Inggris, dia bilang Welcome to Vietnam!" HAHAHAHAAHAA!!

Singkat cerita, sampailah kami di pitstop kami yang pertama, Antam 2Hotel. Sedikit di luar duagaan, karena hotel ini TERNYATA terletak di tengah-tengah pasar, gak jauh dari lapak pedagang daging sapi. Pas mau masuk aja, kami sampe bingung mau lewat mana. :D
Nunggu sebentar, peserta tur kami yang lain (baca: Mba Yaya, yang tinggal di Jepang, dan baru memutuskan akan join dua minggu sebelum hari H), sudah menanti. Karena lapar, kami langsung cari resto terdekat, dan untungnya ketemulah resto Pho yang nampaknya lezat. hehe.
Ternyata, pas dicoba, rasanya memang enaaakkkk..

Ibu penjual Pho yang cantik jelita..

Pho (Vietnam Noodle)




Heboh mau beli air minum.. ;D



Selesai dinner, balik ke hotel, bagi-bagi oleh-oleh, gosip-gosip dikit, kami pun memutuskan untuk tidur lebih cepat. Soalnya, besok pagi mau ke KAMBOJA!!
yeaaayyy!!!


20 June 2012

My 26th

==on 19th June last year, I was 25==


That was my BBM status yesterday.

Saya memang sengaja tidak memasang status yang terlalu menunjukkan bahwa kemarin saya berulang tahun. hehe.. Sengaja sih, biar gak banyak gak ngeh, dan gak banyak yang ngucapin. hahaha!! Bukan apa-apa, saya tergolong orang yang lambat mengetik di HP. Udah gitu, kalao saya ngetik cepat-cepat, pasti deh typo. :(

Jadi, kemarin 19 Juni 2012, tepatlah saya berulang tahun ke-26. Really, I was the happiest birth day girl on earth yesterday. Why?? Because i got the dearest birth day wishes from the people who really close and loves me. hahaha!! Apalagi sejak saya me-nonaktifkan akun Facebook, ucapan yang saya terima benar-benar datang dari teman-teman yang dekat saja. Kalau untuk saya, yang demikian ini rasanya lebih romantis. :)

Kemarin, saya sengaja pakai dress merah ke kantor. Hahaha! Ya namanya juga lagi ulang tahun, wajar dong sedikit tampil beda. Apalagi malamnya saya udah janjian sama dua pria untuk ber-three some karaoke-an. Tau bakal di foto-foto, sengaja dong pakai baju menyolok, biar ketahuan siapa yang lagi ulang tahun. hahaha!!

Oh ya, tepat di hari yang sama, ternyata ada juga expat di kantor yang ulang tahun. Sesuai kebiasaan, si expat ini bagi-bagi donat ke semua staff. (Untungnya), banyak yang mengira donat itu dari aku sehingga beberapa orang nyamperin aku dan bilang "dame, makasih ya donatnya.". hahaha!!

Well, seperti yang aku bilang, malamnya aku janjian sama Roy dan Mas Isa untuk karaoke bareng. Awal di Roy ngajakin, sempet curiga juga sih. Aneh banget tiba-tiba dia ngajak ketemuan di hari ulang tahun aku. Tapi, ya karena si Mba Hayu lagi kena cacar, temen-temen yang lain juga sepertinya gak mungkin "aneh-aneh", ya saya iya-iya aja, dan gak curiga sama sekali.

Ya, karaokean bertiga sih amaslah buat kami. Lalu...di tengah-tengah lagu "Sik-Asiknya Ayu Ting Ting"......... Tiba-tiba pintu room kami terbuka, dan ANGGI dan ANA was there!!!! ahahahaha!!! Sambil bawa cake bertuliskan "HAPPY BIRTH DAY NENEK" (arrgghhhh >.<) yang sudah dihiasi lilin!!! SAYA  KAGEEETTTT!!!  And suddenly my tears were falling... I was so speechless and so happy!!!!
hahahahahaha!!!!

Well, sisanya adalah kami potong kue, makan bareng, cerita-cerita, nyanyi gak jelas. Oh ya, sayang sekali kemarin Mba Hayu (si nenek moyang) gak bisa join karena lagi cacar.  :(
Anyway, katanya plan awalanya adikku si Putri mau dateng segala. hahaha!!! Gak kebayang deh kalo itu beneran. XD














Really, I have no words to describe how happy I am. Thank you very much for throwing the sweet surprise, guys!!! Love you all!!

Okay, aku lanjutin lagi cerita jalan-jalan aku ke Jepang, tahun lalu. Nah, destinasi jalan-jalan saya hari ini adalah ke OSAKA. Dari Kyoto ke Osaka, aku naik kereta dengan biaya kalo gak salah 400 Yen. Nyampe di Osaka, Nana-chan (yang memang asli dari Osaka) udah ngejemput. Langsung deh kami berdua cabut menuju first destination, yaitu Osakajou (Osaka Castle). Kurang lebih jalan 10 menit keluar dari stasiun, seperti biasa aku langsung ambil kamera dari tas, mau moto kota Osaka. eh tapi, setelah merogoh-rogoh tas, lah koq kameraku gak ada ya? duh! aku inget, kameraku ketinggalan di toilet stasiun. aku langsung bilang (dengan penuh rasa gak enak) ke Nana chan kalo kamera aku ketinggalan, jadi kami harus balik lagi ke stasiun. eh, si Nana malah bilang dengan santainya, "Tenang aja Dame. Ini tuh di Jepang, bukan di Indonesia. Kameramu pasti masih ada. Yuk, kita balik ke stasiun". JLEB! Tapi, ternyata yang dia bilang bener, lho. Pas aku ngecek ke toiletnya, kameraku masih ada di tempat yang sama. huhuhu...

Nah, nyampe di Osakajou, kami langsung beli tiket masuk, yang kalo gak salah harganya 600 Yen lebih. Tiba-tiba, ada mbak-mbak (kayaknya orang Chinese) yang nawarin tiket masuknya buat kami.Kata si mbak, dia sama suaminya udah beli tiket masuk, tapi mereka lupa kalo mereka ada flight lagi, jadi gak keburu. Lumayan, tiketnya dijual dengan harga lebih murah sekitar 500 yen. hehehe..

Di dalam Osakajou ini, kita gak bisa ngambil foto. Pada dasarnya sih, menurutku Osakajou ini semacam museum yang isinya menceritakan sejarah pendirian Osakajou, sampai proses renovasinya kembali. Paling seru sih, dari lantai tertinggi kita bisa ngeliat landscape kota Osaka yang begitu rapi. Oh, ya yang saya suka, di Osakajou ini penyandang cacat (disable person) mendapat perhatian penuh melalui fasilitas-fasilitas yang disediakan. kalo yang model begini sih, memang agak susah sih nemuinnya di Indonesia. :p

Capek muter-muter Osakajou, kami lalu masuk ke sebuah restoran masih di area situ. Nah, kebetulan di resto itu ada cemilan yang Nana chan suka banget, namanya aku lupa. hahaha!!


Di depan Kantor Pos Besar Osaka






Di Benteng Osaka (Osaka Jo)

Mumpung masih ada waktu, perjalanan kami kemudian berlanjut ke Pasar Tradisional Osaka, namanya "Tenjinbashi". Behubung sedari awal si Nana chan sudah mengingatkan bahwa perjalanan kali ini akan banyak "berjalan kaki", jadi ya gak kaget juga sih kalo ternyata jarak dari Osaka jou ke Tenjinbashi ini agak jauh. :p





Di Tenjinbashi, tujuan utama kami adalah LUNCH! Tadinya kami mau nyari kedai Takoyaki (konon Takoyakinya Osaka enak mampus), tapi sayang sepanjang jaan kami gak nemu resto Takoyaki. Akhirnya pilihan jatuh ke restoran sushi. Overall sushinya enak, tapi pas makan sushi yang pake ikan mentah, beuhhh mau pingsan rasanya. Untung itu ikan gak keluar lagi...hehehe...






pas di jalan di Tenjinbashi, gak sengaja ngeliat ada upacara ichi-go-san: upacara penyerahan anak ke kuil.  ^_^

Selesai makan, tujuan berikutnya adalah ke mall. Ya, di mall kami cuma foto-foto dan window shopping. Wow! Ternyata selera fashion cewek-cewek Jepang di Osaka ini cukup ajaib juga. hahaha!!


Dari mall, kami langsung ke stasiun untuk pulang ke Kyoto karena Nana chan sudah ada jadwal baito (part time). 

Balik ke Kyoto, aku udah dijemput sama Masumi. Ceritanya sore itu kami janjian mau nge-onsen (mandi bareng tanpa busana sehai pun di sumber air panas). hahaha!! Karena sudah niat sejak awal, mau diapain lagi. Urat malu mah sudah ditinggal jauh-jauh hari di Indonesia. :p

Kesan pertama mandi di onsen adalah SERU banget. XD Walau sesama perempuan, ternyata "buka-bukaan" sampe tanpa sehelai benang pun itu bikin muka merah juga, ya (di awal doang, sik).  


Nah, di onsen ini saya sempat dapet kejadian yang gak menyenangkan. Ceritanya, kan rambut saya panjang, tuh. Pas masuk ke kolam (setelah sebelumnya mandi di pancuran), rambut saya masuk ke air. Nah, sama ibu-ibu tua yang di depan saya negur dengan sedikit marah. Dia bilang, rambut saya harus diikat gak boleh masuk ke air. Temen saya langsung minta maaf karena gak bilang soal ini ke saya. Dan kebetulan lagi temen saya ini rambutnya pendek, jadi kami berdua gak ada yang bawa ikat rambut. Untungnya, gantungan kunci locker kami terbuat dari karet. Jadi, bisalah untuk jadi pengganti ikat rambut. (selamaaat... ;p)


Selesai dari onsen, kami minum susu yang dijual di onsen tsb. Dari situ, Masumi nganter saya ke daerah pusat kota untuk ditansfer ke Kubo, yang selanjutnya akan nemenin saya jalan-jalan. Sebelum pisah sama Masumi, saya sempet mampir ke The body Shop..hehe. Lumayan dapet Body Mist vanilla yang emang gak dijual lagi di Indonesia.


Kemudian, sesi kencan dengan Kubo pun dimulai. hahaha!! ya iya lah kami kayak kencan, lha ya wong jalannya cuma berduaan. Jadi, ceritanya kami ada janjian makan malam sama sensei dan Jo. Menunggu mereka berdua, saya dan Kubo jalan-jalan dulu.


Pertama, Kubo ngajak saya makan di standing isakaya gitu. Isinya om-om tua semua. hahaha!! Berasa "macho" banget sih. Seperti biasa, menu utamanya adalah bir. Cemian yang lain cuma pelengkap. Eh, di sini saya makan belalang juga. hehe... Dari standing izakaya itu, kami lanjut ke resto yang ngejual nasi. haha!! Kubo tau aja saya gak bisa kalo tanpa nasi. Ngeliat jam, sensei masih lama, kami lanjut lagi ke makan ice cream. OMG, beneran kayak pacaran deh kami berdua. Topik pembicaraan kami juga gak jauh-jauh dari ngorek-ngorek kisah cintanya si Kubo. Hihihi.. Nah, akhirnya kerjaan sensei selesai juga, dan kami janjian ketemu di izakaya lain, namanya apa ya, aku sudah lupa X)). Di sini ternyata Nana chan sempet mapir juga, lalu Jo juga datang. Eh, ternyata Kubo ngajak temennya, si Kyohei san yang "kecelakaan" jadi temen saya di Facebook. ;p Seperti biasa, kami minum-minum lagi, dna di sini saya nyobai semacam cocktail drink yang girlie banget. Warnanya aja pink. hehe... Makan-makan kami selesai????


Oh tentu tidak. Dari situ kami pindah ke sebuah bar. Minum lagi. Cerita-cerita lagi. Enaknya minum sama mereka, saya bisa nyobain minuman yang lain. Mabuk?? Enggak dong ya.. ;p Bttw, jangan ditiru ya. Tidak baik. :p
Dari bar ini, si cowok-cowok ini pada lapar. Akhirnya pindah, nyari ramen ya (tresto ramen). Astagah!! saya beneran udah nyerah. Ramen saya bener-bener gak habis. Sensei juga bilang, "Kalo gak kuat, ya udah Me, gak papa". hahaha!!


Well, waktu sudah menunjukkan sekitar jam dua pagi. Kami pulang ke rumah masing-masing. Besoknya kami janjian mau ke Nara. Yihaaaa!!!
pinky cocktail ini enak banget!!

Ice cream ber-back ground Kubo.. hahaha!


Nasinya lengket.. pake banget!
our tipsy face..
di standing izakaya..


Minna, otsukarasama neee... :)







03 April 2012

Bersyukur karena semua indah pada waktuNya



Kemarin saya menerima sebuah kabar duka. Ayah teman KKN saya berpulang ke rumah Tuhan karena sakit jantung. Sementara teman saya itu sedang berada di Jakarta karena kebetulan bekerja di sini. Mendengar kabar ini saya ikut merasa berduka yang amat dalam karena saya tahu bahwa teman saya ini memiliki kedekatan yang sangat erat dengan sang Ayah. Saya bisa merasakan betapa dia merasa kehilangan.

Ketika mengetahui kabar itu, otak saya pun secara otomatis memuculkan kembali memori tanggal 29 Agustus di tahun lalu, ketika saya kehilangan Papa saya. :( Sesaat saya merasa sangat bersyukur dan sangat berterimakasih pada Tuhan karena saat itu saya masih diberikan kesempatan untuk melihat dan mengantarkan Papa saya sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di dunia. 

Saya masih ingat, tahun lalu, sejak jauh-jauh hari saya dan adik saya sudah memesan tiket pesawat untuk pulang ke rumah di libur Lebaran. Siapa sangka, malam sebelum kami pulang, kondisi Papa ngedrop total, bahkan ketika saya sampai Papa sudah tidak bisa membuka mata, tidak bisa bicara. Ya, saat itu papa sudah koma. Tapi, ajaibnya, ketika saya cium Papa dan saya bilang "Papa, aku sudah datang", ada air mata yang jatuh dari sudut matanya. Saya tahu, saat itu Papa masih ada dan masih menunggu saya. :)

Kurang lebih dua hari Papa bertahan, akhirnya di tanggal 29 Agustus 2011 menjelang sibuh, tulang (Paman) aku tiba-tiba membangunkan kami sekeluarga. Katanya mukanya Pap sudah berubah. Dan benar saja, ketika kami lihat wajah Papa benar-benar berubah. Menjadi lebih cerah, bersinar, benar-benar kembali seperti wajah Papa sebelum sakit. Di saat yang sama, kami memutarkan lagu Batak kesukaan Papa untuk menemaninya kembali ke rumah Bapa. Setelah kami mengganti dengan lagu yang lain (yang lebih cocok dengan pribadi Papa), dan satu persatu kami mencium dan mengucapkan salam "sampai jumpa" ke Papa, akhirnya Papa pergi untuk selamanya. :)

Saat itu, tak ada dari kami yang menjerit-jerit histeris (seperti di film-film). Saya, adik, dan mama saling berpelukan, saling menguatkan, memanggil dokter dan perawat, serta mulai menelpon Pendeta dan keluarga-keluarga untuk mengabarkan kepergian Papa.

Setelah dokter memberikan pernyataan resmi bahwa Papa sudah meninggal, kami lalu membawa jenazah Papa untuk dimandikan, dan disuntik formalin. Sayang, efek formalinynya kurang bagus. Muka Papa jadi sedikit berubah. :( Masih saya ingat, saat itu saya yang mengurusi untuk ambulance yang akan mengantar Papa pulang ke rumah. Jangan tanya rasanya gimana. 

Sungguh, menurut saya pengalaman ini benar-benar luar biasa efeknya untuk saya pribadi. 
Saya tak pernah membayangkan apa jadinya jika saat itu Papa dipanggil dengan kondisi saya sedang bekerja di Jakarta. Saya mungkin tidak bisa sekuat ini sekarang jika saja hal itu terjadi. Hal lain lagi yang membuat saya bersyukur adalah saya dan keluarga masih sempat saling meminta maaf ketika kondisi Papa masih sadar dan lumayan sehat. Tiga bulan sebelum Papa meninggal, tepatnya ketika pertama kali kami mendengar bahwa Papa menderita kanker hati stadium lanjut, kami sekeluarga langsung berkumpul, saling meminta maaf satu dengan yang lain, dan bahkan saya sebagai anak tertua sudah menjalankan kewajiban saya untuk menanyakan ke Papa tentang peristirahatan Papa yang terakhir. Papa menjawab dengan mantap bahwa ingin dimakamkan di Bontang saja, dekat dengan Almarhum abangnya. Jadi, ketika Papa (akhirnya) meninggal dunia, kami sekeluarga sudah tau akan berbuat apa, tidak perlu untuk mengadakan "rapat" keluarga karena seluruh permintaan dan wasiat Papa sudah jelas. 

Acara adat dan gereja untuk mengantar Papa ke peristirahatan terakhir juga berlangsung sangat romantis dan penuh kasih. Pada saat acara keluarga, mama mengenakan kebaya dan kain songket, memakai sanggul, bahkan  bermake-up. Jangan salah, ini juga merupakan permintaan Papa terakhir. :) Ketika satu per satu keluarga mengucapkan salam terakhir, saya masih ingat mama bilang ke (jenazah) Papa, "Papa, dulu ketika menikah Papa ngasih bunga ke Mama. Sekarang sebagai tanda perpisahan kita di dunia, Mama juga ngasi bunga ke Papa. Selamat jalan Papa sayang..". Romantis banget, kan?
Menyadari semua yang sudah saya lewati, semakin saya merasa bersyukur kepada Tuhan untuk semua yang sudah terjadi. Tidak semua orang bisa mendapat "anugerah" seperti yang saya peroleh. Saya juga melihat campur tangan Tuhan dalam "mempersiapkan" hati kami sekeluarga untuk menghadapi kepergian Papa untuk selamanya. Saya semakin menjadi percaya bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi PASTI ada maksud dan tujuannya. Tinggal kitanya saja, apakah cukup peka dalam mengerti maksud dan tujuan itu.

dan pada akhirnya:
--Segala sesuatu akan indah pada waktuNya--