20 June 2012

Okay, aku lanjutin lagi cerita jalan-jalan aku ke Jepang, tahun lalu. Nah, destinasi jalan-jalan saya hari ini adalah ke OSAKA. Dari Kyoto ke Osaka, aku naik kereta dengan biaya kalo gak salah 400 Yen. Nyampe di Osaka, Nana-chan (yang memang asli dari Osaka) udah ngejemput. Langsung deh kami berdua cabut menuju first destination, yaitu Osakajou (Osaka Castle). Kurang lebih jalan 10 menit keluar dari stasiun, seperti biasa aku langsung ambil kamera dari tas, mau moto kota Osaka. eh tapi, setelah merogoh-rogoh tas, lah koq kameraku gak ada ya? duh! aku inget, kameraku ketinggalan di toilet stasiun. aku langsung bilang (dengan penuh rasa gak enak) ke Nana chan kalo kamera aku ketinggalan, jadi kami harus balik lagi ke stasiun. eh, si Nana malah bilang dengan santainya, "Tenang aja Dame. Ini tuh di Jepang, bukan di Indonesia. Kameramu pasti masih ada. Yuk, kita balik ke stasiun". JLEB! Tapi, ternyata yang dia bilang bener, lho. Pas aku ngecek ke toiletnya, kameraku masih ada di tempat yang sama. huhuhu...

Nah, nyampe di Osakajou, kami langsung beli tiket masuk, yang kalo gak salah harganya 600 Yen lebih. Tiba-tiba, ada mbak-mbak (kayaknya orang Chinese) yang nawarin tiket masuknya buat kami.Kata si mbak, dia sama suaminya udah beli tiket masuk, tapi mereka lupa kalo mereka ada flight lagi, jadi gak keburu. Lumayan, tiketnya dijual dengan harga lebih murah sekitar 500 yen. hehehe..

Di dalam Osakajou ini, kita gak bisa ngambil foto. Pada dasarnya sih, menurutku Osakajou ini semacam museum yang isinya menceritakan sejarah pendirian Osakajou, sampai proses renovasinya kembali. Paling seru sih, dari lantai tertinggi kita bisa ngeliat landscape kota Osaka yang begitu rapi. Oh, ya yang saya suka, di Osakajou ini penyandang cacat (disable person) mendapat perhatian penuh melalui fasilitas-fasilitas yang disediakan. kalo yang model begini sih, memang agak susah sih nemuinnya di Indonesia. :p

Capek muter-muter Osakajou, kami lalu masuk ke sebuah restoran masih di area situ. Nah, kebetulan di resto itu ada cemilan yang Nana chan suka banget, namanya aku lupa. hahaha!!


Di depan Kantor Pos Besar Osaka






Di Benteng Osaka (Osaka Jo)

Mumpung masih ada waktu, perjalanan kami kemudian berlanjut ke Pasar Tradisional Osaka, namanya "Tenjinbashi". Behubung sedari awal si Nana chan sudah mengingatkan bahwa perjalanan kali ini akan banyak "berjalan kaki", jadi ya gak kaget juga sih kalo ternyata jarak dari Osaka jou ke Tenjinbashi ini agak jauh. :p





Di Tenjinbashi, tujuan utama kami adalah LUNCH! Tadinya kami mau nyari kedai Takoyaki (konon Takoyakinya Osaka enak mampus), tapi sayang sepanjang jaan kami gak nemu resto Takoyaki. Akhirnya pilihan jatuh ke restoran sushi. Overall sushinya enak, tapi pas makan sushi yang pake ikan mentah, beuhhh mau pingsan rasanya. Untung itu ikan gak keluar lagi...hehehe...






pas di jalan di Tenjinbashi, gak sengaja ngeliat ada upacara ichi-go-san: upacara penyerahan anak ke kuil.  ^_^

Selesai makan, tujuan berikutnya adalah ke mall. Ya, di mall kami cuma foto-foto dan window shopping. Wow! Ternyata selera fashion cewek-cewek Jepang di Osaka ini cukup ajaib juga. hahaha!!


Dari mall, kami langsung ke stasiun untuk pulang ke Kyoto karena Nana chan sudah ada jadwal baito (part time). 

Balik ke Kyoto, aku udah dijemput sama Masumi. Ceritanya sore itu kami janjian mau nge-onsen (mandi bareng tanpa busana sehai pun di sumber air panas). hahaha!! Karena sudah niat sejak awal, mau diapain lagi. Urat malu mah sudah ditinggal jauh-jauh hari di Indonesia. :p

Kesan pertama mandi di onsen adalah SERU banget. XD Walau sesama perempuan, ternyata "buka-bukaan" sampe tanpa sehelai benang pun itu bikin muka merah juga, ya (di awal doang, sik).  


Nah, di onsen ini saya sempat dapet kejadian yang gak menyenangkan. Ceritanya, kan rambut saya panjang, tuh. Pas masuk ke kolam (setelah sebelumnya mandi di pancuran), rambut saya masuk ke air. Nah, sama ibu-ibu tua yang di depan saya negur dengan sedikit marah. Dia bilang, rambut saya harus diikat gak boleh masuk ke air. Temen saya langsung minta maaf karena gak bilang soal ini ke saya. Dan kebetulan lagi temen saya ini rambutnya pendek, jadi kami berdua gak ada yang bawa ikat rambut. Untungnya, gantungan kunci locker kami terbuat dari karet. Jadi, bisalah untuk jadi pengganti ikat rambut. (selamaaat... ;p)


Selesai dari onsen, kami minum susu yang dijual di onsen tsb. Dari situ, Masumi nganter saya ke daerah pusat kota untuk ditansfer ke Kubo, yang selanjutnya akan nemenin saya jalan-jalan. Sebelum pisah sama Masumi, saya sempet mampir ke The body Shop..hehe. Lumayan dapet Body Mist vanilla yang emang gak dijual lagi di Indonesia.


Kemudian, sesi kencan dengan Kubo pun dimulai. hahaha!! ya iya lah kami kayak kencan, lha ya wong jalannya cuma berduaan. Jadi, ceritanya kami ada janjian makan malam sama sensei dan Jo. Menunggu mereka berdua, saya dan Kubo jalan-jalan dulu.


Pertama, Kubo ngajak saya makan di standing isakaya gitu. Isinya om-om tua semua. hahaha!! Berasa "macho" banget sih. Seperti biasa, menu utamanya adalah bir. Cemian yang lain cuma pelengkap. Eh, di sini saya makan belalang juga. hehe... Dari standing izakaya itu, kami lanjut ke resto yang ngejual nasi. haha!! Kubo tau aja saya gak bisa kalo tanpa nasi. Ngeliat jam, sensei masih lama, kami lanjut lagi ke makan ice cream. OMG, beneran kayak pacaran deh kami berdua. Topik pembicaraan kami juga gak jauh-jauh dari ngorek-ngorek kisah cintanya si Kubo. Hihihi.. Nah, akhirnya kerjaan sensei selesai juga, dan kami janjian ketemu di izakaya lain, namanya apa ya, aku sudah lupa X)). Di sini ternyata Nana chan sempet mapir juga, lalu Jo juga datang. Eh, ternyata Kubo ngajak temennya, si Kyohei san yang "kecelakaan" jadi temen saya di Facebook. ;p Seperti biasa, kami minum-minum lagi, dna di sini saya nyobai semacam cocktail drink yang girlie banget. Warnanya aja pink. hehe... Makan-makan kami selesai????


Oh tentu tidak. Dari situ kami pindah ke sebuah bar. Minum lagi. Cerita-cerita lagi. Enaknya minum sama mereka, saya bisa nyobain minuman yang lain. Mabuk?? Enggak dong ya.. ;p Bttw, jangan ditiru ya. Tidak baik. :p
Dari bar ini, si cowok-cowok ini pada lapar. Akhirnya pindah, nyari ramen ya (tresto ramen). Astagah!! saya beneran udah nyerah. Ramen saya bener-bener gak habis. Sensei juga bilang, "Kalo gak kuat, ya udah Me, gak papa". hahaha!!


Well, waktu sudah menunjukkan sekitar jam dua pagi. Kami pulang ke rumah masing-masing. Besoknya kami janjian mau ke Nara. Yihaaaa!!!
pinky cocktail ini enak banget!!

Ice cream ber-back ground Kubo.. hahaha!


Nasinya lengket.. pake banget!
our tipsy face..
di standing izakaya..


Minna, otsukarasama neee... :)







03 April 2012

Bersyukur karena semua indah pada waktuNya



Kemarin saya menerima sebuah kabar duka. Ayah teman KKN saya berpulang ke rumah Tuhan karena sakit jantung. Sementara teman saya itu sedang berada di Jakarta karena kebetulan bekerja di sini. Mendengar kabar ini saya ikut merasa berduka yang amat dalam karena saya tahu bahwa teman saya ini memiliki kedekatan yang sangat erat dengan sang Ayah. Saya bisa merasakan betapa dia merasa kehilangan.

Ketika mengetahui kabar itu, otak saya pun secara otomatis memuculkan kembali memori tanggal 29 Agustus di tahun lalu, ketika saya kehilangan Papa saya. :( Sesaat saya merasa sangat bersyukur dan sangat berterimakasih pada Tuhan karena saat itu saya masih diberikan kesempatan untuk melihat dan mengantarkan Papa saya sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di dunia. 

Saya masih ingat, tahun lalu, sejak jauh-jauh hari saya dan adik saya sudah memesan tiket pesawat untuk pulang ke rumah di libur Lebaran. Siapa sangka, malam sebelum kami pulang, kondisi Papa ngedrop total, bahkan ketika saya sampai Papa sudah tidak bisa membuka mata, tidak bisa bicara. Ya, saat itu papa sudah koma. Tapi, ajaibnya, ketika saya cium Papa dan saya bilang "Papa, aku sudah datang", ada air mata yang jatuh dari sudut matanya. Saya tahu, saat itu Papa masih ada dan masih menunggu saya. :)

Kurang lebih dua hari Papa bertahan, akhirnya di tanggal 29 Agustus 2011 menjelang sibuh, tulang (Paman) aku tiba-tiba membangunkan kami sekeluarga. Katanya mukanya Pap sudah berubah. Dan benar saja, ketika kami lihat wajah Papa benar-benar berubah. Menjadi lebih cerah, bersinar, benar-benar kembali seperti wajah Papa sebelum sakit. Di saat yang sama, kami memutarkan lagu Batak kesukaan Papa untuk menemaninya kembali ke rumah Bapa. Setelah kami mengganti dengan lagu yang lain (yang lebih cocok dengan pribadi Papa), dan satu persatu kami mencium dan mengucapkan salam "sampai jumpa" ke Papa, akhirnya Papa pergi untuk selamanya. :)

Saat itu, tak ada dari kami yang menjerit-jerit histeris (seperti di film-film). Saya, adik, dan mama saling berpelukan, saling menguatkan, memanggil dokter dan perawat, serta mulai menelpon Pendeta dan keluarga-keluarga untuk mengabarkan kepergian Papa.

Setelah dokter memberikan pernyataan resmi bahwa Papa sudah meninggal, kami lalu membawa jenazah Papa untuk dimandikan, dan disuntik formalin. Sayang, efek formalinynya kurang bagus. Muka Papa jadi sedikit berubah. :( Masih saya ingat, saat itu saya yang mengurusi untuk ambulance yang akan mengantar Papa pulang ke rumah. Jangan tanya rasanya gimana. 

Sungguh, menurut saya pengalaman ini benar-benar luar biasa efeknya untuk saya pribadi. 
Saya tak pernah membayangkan apa jadinya jika saat itu Papa dipanggil dengan kondisi saya sedang bekerja di Jakarta. Saya mungkin tidak bisa sekuat ini sekarang jika saja hal itu terjadi. Hal lain lagi yang membuat saya bersyukur adalah saya dan keluarga masih sempat saling meminta maaf ketika kondisi Papa masih sadar dan lumayan sehat. Tiga bulan sebelum Papa meninggal, tepatnya ketika pertama kali kami mendengar bahwa Papa menderita kanker hati stadium lanjut, kami sekeluarga langsung berkumpul, saling meminta maaf satu dengan yang lain, dan bahkan saya sebagai anak tertua sudah menjalankan kewajiban saya untuk menanyakan ke Papa tentang peristirahatan Papa yang terakhir. Papa menjawab dengan mantap bahwa ingin dimakamkan di Bontang saja, dekat dengan Almarhum abangnya. Jadi, ketika Papa (akhirnya) meninggal dunia, kami sekeluarga sudah tau akan berbuat apa, tidak perlu untuk mengadakan "rapat" keluarga karena seluruh permintaan dan wasiat Papa sudah jelas. 

Acara adat dan gereja untuk mengantar Papa ke peristirahatan terakhir juga berlangsung sangat romantis dan penuh kasih. Pada saat acara keluarga, mama mengenakan kebaya dan kain songket, memakai sanggul, bahkan  bermake-up. Jangan salah, ini juga merupakan permintaan Papa terakhir. :) Ketika satu per satu keluarga mengucapkan salam terakhir, saya masih ingat mama bilang ke (jenazah) Papa, "Papa, dulu ketika menikah Papa ngasih bunga ke Mama. Sekarang sebagai tanda perpisahan kita di dunia, Mama juga ngasi bunga ke Papa. Selamat jalan Papa sayang..". Romantis banget, kan?
Menyadari semua yang sudah saya lewati, semakin saya merasa bersyukur kepada Tuhan untuk semua yang sudah terjadi. Tidak semua orang bisa mendapat "anugerah" seperti yang saya peroleh. Saya juga melihat campur tangan Tuhan dalam "mempersiapkan" hati kami sekeluarga untuk menghadapi kepergian Papa untuk selamanya. Saya semakin menjadi percaya bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi PASTI ada maksud dan tujuannya. Tinggal kitanya saja, apakah cukup peka dalam mengerti maksud dan tujuan itu.

dan pada akhirnya:
--Segala sesuatu akan indah pada waktuNya--

02 January 2012

Happy New Year 2012





~~HAPPY NEW YEAR~~
SAY THANK YOU TO 2011 AND WELCOME 2012!!

SHOW YOUR BEST IN THIS NEW YEAR AND MAY GOD CONTINUE TO GIVE US ABUNDANT BLESSING AND HAPPINESS IN THE COMING YEARS..

BEST LUCK FOR 2012!!!









Pic from (http://peegh.blogspot.com/2011/07/wallpaper-of-happy-new-year-animated_09.html)

20 December 2011

Day 4: 4 November 2011 (KYOTO)

Baiklah, cerita liburanku selama di Jepang aku lanjutin lagi.
Hari ke-dua di Kyoto, aku janjian pagi-pagi sama Kubo untuk pergi ke Nijou Castle, sebuah benteng peninggalan zaman Tokugawa, sewaktu Jepang masih dalam era kepemimpinan seorang shogun (era militer). Dari kos Iku ke Nijou Castle, kami naik bis. Di Kyoto tarif bis, jauh-dekat adalah 220 Yen. :)


Jalanan KYOTO di pagi hari, sepi..

Seperti biasa, di Nijou Castle aku foto-foto, dan Kubo memandu dan menjelaskan setiap bagian dari Nijou Castle dengan bahasa campur aduk. Yang lucunya, hari itu si Kubo ada acara seminar untuk orang Indonesia, jadi hari itu dia nemenin aku jalan-jalan dengan berpakaian BATIK.







AT NIJOU CASTLE


MANGA EXHIBITION AT NIJOU CASTLE

Dari Nijou Castle, aku sama Kubo jalan kaki ke kampus Ritsumeikan yang lain, yang terletak di daerah Suzaku (kalo kampus yang deket Kinkakuji & Ryoanji terletak di daerah Kinugasa). Sebelum ke kampus, kami mampir dulu di mall buat lunch. Dan setelah muter-muter bingung mau makan apa, kami putuskan untuk makan ramen. :)


My ramen for lunch

Setelah nge-ramen, kami langsung masuk ke gedung kampus, yang konon kabarnya lebih banyak digunakan oleh mahasiswa S2 dan S3. Di situ, sambil nungguin si Kubo yang jalan-jalan entah ke mana, aku masuk ke sbuah ruangan, semacam ruang display sejarahnya Universtitas Ritsumeikan. Di dalamnya ada patung pendiri Ritsumeikan (maaf namanya saya lupa), trus di dinding kita bisa ngeliat perkembangan dan sejarah Ritsumeikan dari tahun ke tahun. di ruangan ini juga ada giant screen berisi informasi dan sejarah Ritsumeikan.



Information Hall of Unversity Risumeikan

Gak lama si Kubo muncul, lalu dia ngenalin aku ke staff International Affair Department-nya Universitas Ritsumeikan. Beliau adalah Osawa san dan (maaf saya lupa lagi). Nah, seperti yang sudah aku singgung di atas, si Kubo hari itu ada tugas untuk jadi penerjemah di seminar yang diadakan oleh Universitas Ritsumeikan untuk dosen-dosen dari Indonesia. Tema seminarnya adalah mengenai bencana alam, dan hari itu dari CheRits akan memberikan presentasti dalam seminar tersebut.

Karena si Kubo akan in-charge dalam seminar tersebut, "tugas" nemenin aku jalan-jalan dialihkan ke Jo. Tapi, ternyata Jo datengnya agak lama karena dia masih ada urusan. Jadi, lah saya pun diajak untuk masuk ke dalam ruangan seminar, daaaannn...

"Hello,,my name is BLA BLA BLA. I'm from Indonesia, from Gadjah Mada University, Yogyakarta", sapa seorang bapak-bapak kepadaku sambil kami bersalaman.

"Maaf, Pak. Saya juga orang Indonesia, kok. Saya dulunya juga kuliah di UGM.", balasku sambil diiringi tawa terbahak-bahak dari peserta dan teman-temanku yang lain.


Training

Singkatnya, presentasi dari Cherits yang dibawakan oleh Nana-chan sebagai ketua, berjalan lancar. Setelah presentasi selesai, kami lalu jalan kaki (lagi) untuk nyari makan. hahaha! Lucunya, Nana chan tidak ikut makan siang, dia hanya mengantar kami sampai depan resto, trus balik lagi ke kampus. aneh... :p Makan siang (yang kedua) selesai. Aku dan Jo melanjutkan perjalanan ke kuil Kiyomuzudera, sedangkan Kubo balik ke kampus karena masih ada dinner dengan peserta seminar tadi.


Di jalanan Kyoto, pemandangan seperti ini sangat lumrah. Katanya sih, kalo pake kimono atau yukata kayak gini, kalo naik taksi bisa dapet diskon..


Bazaar anak-anak di salah satu pasar di Kyoto. so cute..


Kubo, Jo, Nana


Pilihan resto untuk lunch bareng Jo & Kubo

Wow, ternyata untuk mencapai Kiyomuzudera kami harus melewati jalanan tanjakan yang lumayan. tapi, di sisi kanan dan kiri jalan banyak terdapat toko-toko yang menjual souvenir, maupun makanan khas Kyoto, jadi naik tanjakannya gak kerasa terlalu berat. Pengunjung di Kiyomizudera di hari itu ternyata cukup banyak juga, untuk foto sendiri aja rasanya susah banget.hehehe.. Tapi, tetep lah ya, pemandangan di Kiyomizudera ini juara banget. Dari atas kuil yang dikelilingi bukit ini, kita bisa ngeliat pemandangan di bawah yang berupa kuil kecil, di mana orang-orang banyak yang antri untuk berdoa. Apalagi warna musim gugur mulai dominan. Cantik banget lah!!






at Kiyomizudera

Setelah dari Kiyomizudera, dan setelah membeli pesanan dari Ibu Boss di kantor (yang cukup unik), aku sama Jo balik ke kampus Ritsumeikan, yang di daerah Kinugasa. rencananya malam itu akan ada meeting mingguan, anak-anak Cherits. Di kampus, aku ketemu dengan beberapa anak Cherits, namanya si Koji, yang sudah gak aktif lagi karena lagi skripsi. Seru juga nungguin mereka rapat. ternyata seperti toh kalo mereka lagi rapat. hari itu tema rapat mereka adalah penyamaan persepsi antara anggota baru dan anggota lama mengenai kegiatan CheRits selama ini. :)

Kelar rapat, agenda selanjutnya sudah pasti adalah MAKAN-MAKAN dan NOMIKAI!! yeayyy!!! Seperti biasa, pilihan resto untuk dinner adalah izakaya resto deket kampus. Wah, rasanya seneng banget bisa kenalan sama anak-anak yang baru, trus cerita-cerita sama temen-temen lain (anggota lama) yang sudah lama gak ketemu sama aku. It was a fun night. :) I was so happy to spend my night with them. Thank you so much, guys.. :*

foto bareng setelah meeting (Cherits Member & me)


The 2nd Welcome Dinner by CheRits

Dan malamnya, saya nginep lagi di kos Iku. yeaaayyy!!! aku udah gak sabar untuk trip besok, ke OSAKA!

just FYI, saya ngerasa sedikit salah kostum di hari ini. Saya pikir cuaca di Kyoyo hari itu bakal dingin (karena sudah masuk musim gugur), ternyata lumayan PANAS.. ;p Padahal seharian saya cuma pake one piece tali spagheti yang saya kasi luaran berupa jaket tebal. Kebayang dong pas jalan-jalan saya ngerasa kepanasan luar biasa, tapi gak mungkin buka jaket juga.. ;p

DAY 3: 3 November 2011 (KYOTO)

Cerita liburan aku ke Jepang aku lanjutin lagi, nih. Sekarang lanjut tentang liburan aku Kyoto. My favorite one.. :)
Jadi, kalau menurut schedule bis yang aku terima di email, seharusnya aku sampe di Kyoto, tepatnya di Kyoto Station jam 06:20 pagi, dan di sana aku akan dijemput sama temen aku, namanya Kubo. Kalo aku manggil dia Mas Kubo. TERNYATA...bis yang aku naikin nyampe lebih cepat sodara-sodara!! jam 05:30 aku udah touched down di Kyoto Eki. Langit masih gelap, dinginnya naujubile, pulsa buat sms Mas Kubo gak ada, mau telpon lewat telepon umum juga gak enak karena masih pagi.. Ya udah, akhirnya aku putuskan untuk nunggu sampe sekitar jam 6 pagi baru akan telpon si Kubo, dan nelpon temenku yang lain, si Iku (yang ngasi tumpangan menginap buat aku). Lagian menurut aku si Kubo pasti jemput, ya udah aku putuskan untuk nunggu.

Karena gak ada tempat duduk yang nyaman, akhirnya aku nongkrong di depan toko yang masih tutup sama seorang mas-mas Jepang yang ngerokoknya kayak kereta api. Setelah jam sudah menujukkan pukul 6 pagi, aku langsung buru-buru ke telpon umum untuk menghubungi Iku, tapi gak diangkat-angkat. Pas lagi ngeliat-liat ke luar, eh..sepertinya aku mengenali sosok di seberang sana. Ya, dengan ciri khas kepalanya itu, memang gak susah untuk mengenali Mas Kubo.hehe.. Langsung deh aku angkat tas aku, trus nyebrang jalan buat nemuin si Kubo. huwaaa!! rasanya setengah gak percaya aku ketemu temanku ini di sini, di Jepang!! hahaha!! Langsung deh aku pukul-pukul trus aku cubit-cubit lengannya si Kubo (sampe dia kesakitan), sambil bilang, "Mas Kubo, ima Nihon da yo!!" hahaha!! Bodo amat kalo dia mikir aku norak. :p

Ngeliat aku udah nongol jam 6 pagi, si Kubo heran juga.
Mas Kubo : "Lha, bismu nyampe jam berapa?"
Aku : "Jam 05:30. hehee. Tapi, dari tadi aku nunggu di sana."
Mas Kubo : "Oh gitu? aku udah nunggu dari jam 5 pagi lho. aku pikir bismu pasti lewat sini. jadi aku nunggu di sini aja.hehehe.."
Aku : "oh gitu? Lah, Mas Kubo ngapain juga datang dari jam 5?"
Mas Kubo : "Ya, kan aku udah bilang aku pasti jemput."
Aku : "hahaha!! bagus-bagus!"
(percakapan ini dalam bahasa Jepang yaaa :p)

okay, berhubung masih pagi buta, kami agak bingung juga mau ke mana. ya udin, tujuan pertama ke kos Kubo untuk naro barang-barangku. dari kos Kubo, aku diajak sarapan di kedai rice bowl gitu, nama restonya aku lupa.
Habis sarapan, rencananya mau numpang mandi di kos temen aku, tapi sayang dia lagi gak di kos. Alhasil, dengan modal cuma cuci muka, aku digeret si Kubo ke "Kuil Dewa Belajar". Suasana di situ masih sepi. Maklum, pas aku datang di Jepang lagi hari libur Nasional, hari Kebudayaan. Jadi jalanan sepi banget.

Di Depan Mon (gate) Kuil Dewa Belajar

Dari Kuil itu, perjalanan kami lanjutkan ke Kuil Kinkakuji. Istimewanya kuil utama (kalo si Kubo nyebutnya "gedung pusat") dari kuil ini, terbuat dari emas. Cantik banget! Sayangnya, mungkin pas kebetulan lagi hari libur, jadi banyak banget rombongan anak-anak sekolah yang datang ke sini. jadinya, untuk foto-foto agak susah..hehehe.. Oh ya, di sini aku juga sempet nyobain maccha (green tea) yang terkenal dari Kyoto. Rasanya agak pahit gitu sih, tapi kan dimakannya dengan cake kecil yang manis banget. Jadi, pas di mulut, perpaduan pahit dan manisnya itu bikin malah jadi enak.hehehe..

AT KINKAKUJI



KYOTO GREEN TEA, SO YUMMM.. :)



Setelah ke Kinkakuji, langsung ke Ryoanji. Nah, kalo di sini keistimewaannya adalah susunan batu-batu di sebuah taman, yang dikelilingi pasir. Di sini sih, jumlah wisatawan yang datang tidak terlalu banyak. Jadi, enaklah untuk keliling-keliling.




AT RYOANJI

Dari Ryoanji, aku sama Kubo langsung nyari makan di sekitar kampus Ritsumeikan. oh ya, FYI aja nih, lokasi kampusnya Ritsumeikan University benar-benar dekat dengan kedua kuil tadi. Jalan kaki pun bisa, lho. hehehe... Untuk menu lunch pertama di Kyoto, kami memilih unagi (belut), pork, ayam, dan beer. Ya, di sinilah kegiatan "nomikai" (baca: minum-minum) aku selama di Jepang dimulai. :) Setelah lunch, aku sama Kubo balik ke kampus untuk ketemu teman-teman Cherits. Rasanya senang sekali bisa ketemu mereka secara langsung, di JEPANG, bukan di Jogja seperti tahun-tahun sebelumnya.:)



Agak sorean, Fujiyama sensei dateng. Beliau merupakan dosen penanggungjawab kegiatan Cherits. Sama sensei aku diajak keliling-keliling Kyoto naik mobil beliau. Pertama diajak ngeliat Kyoto University yang terkenal itu, sempet turun buat foto-foto juga. Dari situ, kami AEON Mall, yang letaknya dekat dengan Kyoto Stasiun. Di situ aku gak beli apa-apa sih, sekedar liat-liat mall-nya Jepang itu kayak gimana. :p

AT KYOTO UNIVERSITY


INSIDE THE AEON MALL, KYOTO

Dari AEON, sensei nge-drop kami ke satu resto izakaya. Di situ beberapa teman-teman Cherits akan mengadakan "penyambutan" kecil buat aku, ya dinner gitu lah. Lagi-lagi kami minum-minum. hahaha!!! Tapi, jujur aja, hari itu aku capek banget. Tampangku udah muka bantal banget. :p

MY FIRST WELCOME DINNER MENU


taken by Nana-chan :p

Ah, benar-benar hari yang menyenangkan. Malamnya, aku nginep di kos salah satu teman Cherits, namanya Iku. Kosnya simple, berkesan bersih karena interiornya semua berwarna putih termasuk gadget dan furniture yang lain. Da, sudah pasti malam pertama saya di Kyoto saya akhiri dengan MANDI. hahahaha!!!